Kader Posyandu di Banyuwangi Dilatih Gunakan Data untuk Perkuat Layanan Kesehatan Desa

Kader Posyandu di Banyuwangi Dilatih Gunakan Data untuk Perkuat Layanan Kesehatan Desa

Suara Pecari | Ratusan kader posyandu di Banyuwangi mengikuti Jambore Kader Posyandu yang digelar di kawasan wisata Hutan De Djawatan, Kecamatan Cluring, Selasa (12/5). Kegiatan ini untuk peningkatan kapasitas kader kesehatan desa agar semakin aktif dalam pelayanan kesehatan masyarakat dan pengambilan keputusan berbasis data di tingkat desa.

Lebih dari 300 kader posyandu menghadiri acara ini, yang merupakan kader yang telah mendapatkan pelatihan program Pengambilan Keputusan oleh Perempuan Berdaya (Puspadaya). Program tersebut merupakan kolaborasi antara Pemkab Banyuwangi, Universitas Airlangga, dan Politeknik Banyuwangi (Poliwangi).

Bupati Banyuwangi Ipuk Fiestiandani mengucapkan terima kasih dan apresiasi setinggi-tingginya kepada seluruh kader posyandu yang terus memberikan pelayanan kesehatan pada warga.

Baca juga:

Kader Puspadaya dilatih menggunakan aplikasi untuk mengumpulkan dan melaporkan data ibu hamil dan balita, memahami makna dari data yang dikumpulkan, serta menggunakannya untuk menghasilkan program gizi yang lebih baik di desanya.

Baca juga:

Lebih dari 40 Posyandu di Banyuwangi telah mendapatkan pelatihan dan pendampingan. Seluruhnya telah memanfaatkan data yang dikumpulkan untuk dipresentasikan dalam forum bersama pemangku kepentingan tingkat dusun. Bahkan, 19 Posyandu di antaranya telah menggunakan data tersebut untuk memperjuangkan peningkatan layanan kesehatan ibu hamil dan balita.

Baca juga:

Kepala Dinas Kesehatan Amir Hidayat menambahkan, jumlah kader posyandu di Banyuwangi saat ini ada lebih dari 13 ribu orang. Jambore Kader Posyandu akan dilaksanakan setiap tahun untuk meningkatkan pengetahuan dan kompetensi kader dalam pelayanan.

Baca juga:
Baca juga:

Tinggalkan Balasan