Festival Egrang ke-14: Melestarikan Budaya dan Menggerakkan Ekonomi Masyarakat
Suara Pecari | Komunitas Tanoker Ledokombo kembali menggelar Festival Egrang ke-14 sebagai upaya melestarikan permainan tradisional dan menggerakkan ekonomi masyarakat. Direktur Tanoker, Farha Ciciek, mengatakan bahwa festival ini tidak hanya menjadi ajang pertunjukan seni dan budaya, tetapi juga arena gelar karya pelajar dan komunitas seni.
Kegiatan launching Festival Egrang ke-14 dikemas secara inklusif dan melibatkan lintas generasi, mulai anak-anak hingga lansia. Berbagai kegiatan digelar, seperti lomba mewarnai bagi anak, lomba senam bagi lansia, kuliner tradisional, dan pameran kerajinan ramah lingkungan.
Acara puncak Festival Egrang ke-14 akan digelar pada 1 Agustus 2026, sementara launching festival di Pasar Lumpur Sumber Lesung, Ledokombo, diadakan untuk memperingati Hari Pendidikan Nasional. Tanoker bekerja sama dengan berbagai pihak, termasuk Pemerintah Kabupaten Jember, Bank Indonesia, dan Kementerian Komunikasi dan Digital.
Farha Ciciek menilai bahwa permainan tradisional perlu terus direvitalisasi agar tetap relevan bagi generasi muda di tengah derasnya arus digitalisasi. Sejak 2024, Tanoker juga bekerja sama dengan Dinas Pendidikan Kabupaten Jember melalui program sekolah prototipe yang memasukkan permainan tradisional egrang ke dalam modul ajar sekolah.
Festival Egrang diharapkan dapat terus menjadi ruang pendidikan karakter, memperkuat jejaring antar sekolah dan komunitas, sekaligus menanamkan kecintaan terhadap budaya lokal kepada generasi muda. Dengan demikian, festival ini dapat menjadi contoh nyata dalam melestarikan budaya dan menggerakkan ekonomi masyarakat.
Tinggalkan Balasan
Anda harus masuk untuk berkomentar.
















