Rupiah Menguat Signifikan 76 Poin di Awal Juni

Rupiah Menguat Signifikan 76 Poin di Awal Juni

Suara Pecari | Rupiah mengalami penguatan signifikan di awal bulan Juni 2026, setelah sebelumnya melemah cukup dalam pada bulan Mei. Nilai tukar rupiah tercatat naik 0,43 persen atau 76 poin ke level Rp17.805 per dolar AS.

Penguatan rupiah dipengaruhi oleh ekspektasi gencatan senjata AS-Iran dan penerapan aturan baru penempatan devisa hasil ekspor. Sentimen pasar tetap waspada setelah negosiasi mengenai gencatan senjata permanen antara Washington dan Teheran menunjukkan sedikit tanda terobosan.

Analis Pasar Uang, Ibrahim Assuaibi, menyebutkan bahwa kekhawatiran inflasi masih akan tinggi akibat naiknya harga energi. Inflasi yang masih tinggi akan menyulitkan bank sentral AS untuk menurunkan suku bunganya.

Di dalam negeri, aturan baru penempatan Devisa Hasil Ekspor Sumber Daya Alam (DHE SDA) mulai diberlakukan hari ini. Aturan itu mewajibkan eksportir untuk merepatriasi DHE nya di dalam negeri dengan tingkat kepatuhan penuh 100 persen.

Pemerintah juga memberi waktu transisi bagi para eksportir untuk menyesuaikan diri dengan ekspor satu pintu. Kebijakan ini juga mulai diterapkan hari ini, dan secara bertahap akan diimplementasikan penuh 1 Juni 2027.

Rupiah diperkirakan akan terus mengalami fluktuasi dalam beberapa hari ke depan, tergantung pada perkembangan situasi geopolitik dan kebijakan moneter.

Artikel ini dipublikasikan oleh Suara Pecari.

Tinggalkan Balasan