Harga Pertamax Turbo Turun, Inflasi Juni Tembus 0,44 Persen

Harga Pertamax Turbo Turun, Inflasi Juni Tembus 0,44 Persen

Suara Pecari | PT Pertamina Patra Niaga resmi menurunkan harga Pertamax Turbo di seluruh wilayah Papua mulai 1 Juli 2026. Harga Pertamax Turbo turun dari Rp21.200 per liter menjadi Rp19.750 per liter, atau turun Rp1.450. Selain itu, harga Pertamina Dex turun Rp3.650 menjadi Rp21.650 per liter dan Dexlite turun Rp3.350 menjadi Rp20.150 per liter. Penurunan ini berlaku dengan Pajak Bahan Bakar Kendaraan Bermotor (PBBKB) sebesar 7,5 persen.

Area Manager Communication, Relations & CSR Pertamina Patra Niaga Regional Papua Maluku, Ispiani Abbas, menjelaskan bahwa kebijakan ini merupakan hasil evaluasi berkala yang mempertimbangkan dinamika harga minyak dunia, aspek fiskal, serta daya beli masyarakat. “Kami berharap penyesuaian harga ini dapat memberikan manfaat kepada masyarakat melalui harga yang lebih kompetitif tanpa mengurangi kualitas produk BBM,” ujarnya di Jayapura, Rabu (1/7/2026).

Namun, di Jakarta, penurunan harga Pertamax Turbo belum sepenuhnya memuaskan konsumen. Joko (42), pengendara motor gede, mengaku beralih ke Pertamax karena harga Pertamax Turbo yang kini Rp19.300 per liter dianggap masih terlalu tinggi dibandingkan Pertamax Rp16.250 per liter. “Kalau dulu kan harga Pertamax Turbo sama dengan harga Pertamax yang sekarang. Sekarang ya jujur, enggak kuat,” keluhnya. Meski demikian, penurunan harga Pertamax Turbo tetap disambut positif oleh sebagian pengguna yang setia.

Sementara itu, Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat inflasi Juni 2026 sebesar 0,44 persen (mtm), didorong oleh kenaikan harga BBM non-subsidi pada awal bulan. Deputi Bidang Statistik Distribusi dan Jasa BPS, Ateng Hartono, menyebutkan bahwa kelompok transportasi menyumbang inflasi sebesar 2,29 persen dengan andil 0,28 persen. “Bensin menjadi komoditas penyumbang terbesar dengan andil 0,21 persen,” jelasnya. Kenaikan harga Pertamax Turbo pada 1 Juni dan kenaikan Pertamax pada 10 Juni menjadi pemicu utama inflasi di sektor transportasi.

Penurunan harga Pertamax Turbo di Papua menjadi angin segar bagi masyarakat setempat, namun dampaknya terhadap inflasi nasional masih perlu dicermati. Dengan harga Pertamax Turbo yang lebih rendah, diharapkan daya beli masyarakat meningkat tanpa mengorbankan kualitas bahan bakar. Pertamina berkomitmen menjaga ketersediaan pasokan dan kualitas BBM demi mendukung aktivitas transportasi dan perekonomian di Papua.

Secara keseluruhan, penurunan harga Pertamax Turbo merupakan langkah positif di tengah tekanan inflasi. Masyarakat berharap penyesuaian harga ini dapat berkelanjutan, sehingga biaya operasional kendaraan menjadi lebih terjangkau.

Artikel ini ditinjau & dipublikasikan oleh Tim Editorial Suara Pecari.

Tinggalkan Balasan