Pemerintah Usut Dugaan Fabrikasi Riset WNI di ISPPD

Pemerintah Usut Dugaan Fabrikasi Riset WNI di ISPPD

Suara Pecari | RRI.CO.ID, Jakarta – Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemendiktisaintek) telah membentuk tim investigasi untuk menangani dugaan fabrikasi riset oleh Warga Negara Indonesia (WNI) dalam Konferensi Internasional Society of Pneumonia and Pneumococcal Diseases (ISPPD) 2026 di Denmark.

Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi Brian Yuliarto mengatakan, tim investigasi telah melakukan koordinasi dengan kampus Universitas Negeri Yogyakarta (UNY) karena salah satu oknum yang terlibat adalah lulusan S1 dari kampus tersebut.

Hasil penelusuran menunjukkan bahwa hampir semua oknum yang terlibat tidak memiliki status sebagai dosen atau pendidik formal di perguruan tinggi manapun di Indonesia. Hal ini membuat Kemendiktisaintek tidak dapat menjatuhkan sanksi administratif atau pemberhentian dosen.

Universitas Negeri Yogyakarta (UNY) telah bertindak proaktif dengan memanggil empat orang terduga pelaku untuk memberikan keterangan terkait motif dan motif di balik dugaan fabrikasi riset.

Menteri Brian Yuliarto menyatakan bahwa langkah tegas ini diambil karena substansi penelitian yang diajukan sangat buruk dan tidak dapat dipertanggungjawabkan. Tindakan ini juga membawa dampak kerusakan pada kredibilitas akademisi nasional.

Artikel ini dipublikasikan oleh Suara Pecari.

Tinggalkan Balasan