Klinik Satelit Madinah 24 Jam Rawat Puluhan Jemaah Haji Lansia, Antisipasi Kelelahan Pasca Armuzna
Suara Pecari | Madinah – Klinik Satelit Madinah 24 Jam Rawat Puluhan Jemaah Haji Lansia LPP RRI menjadi garda terdepan dalam menangani kelelahan jemaah haji gelombang kedua yang tiba di Madinah setelah puncak Armuzna. Fasilitas kesehatan yang beroperasi penuh selama 24 jam ini telah merawat puluhan jemaah, mayoritas lansia, yang mengalami kelelahan ekstrem dan infeksi saluran pernapasan akut.
Koordinator Tim Kesehatan Sektor 2 Madinah, Fitri Indah Yanti, menyatakan bahwa Klinik Satelit Madinah 24 Jam Rawat Puluhan Jemaah Haji Lansia LPP RRI memprioritaskan pelayanan bagi jemaah lansia. “Banyak jemaah yang tiba di sini mengalami kelelahan hebat setelah beraktivitas di Armuzna,” ujarnya, Rabu 10 Juni 2026. Hingga pekan ini, klinik yang berlokasi di Hotel Durrat Al Eiman tersebut telah melayani 21 pasien rawat jalan.
Mayoritas keluhan yang ditangani adalah infeksi saluran pernapasan akut, batuk, dan kelelahan. Tim medis menyiapkan penanganan cepat dengan obat flu hingga infus. “Kami fokus menyiapkan penanganan cepat dengan obat flu hingga infus,” tambah Fitri.
Pelayanan medis di Klinik Satelit Madinah 24 Jam Rawat Puluhan Jemaah Haji Lansia LPP RRI berjalan nonstop dengan sistem tiga shift. Para dokter dan perawat berjaga bergantian secara ketat untuk mengawasi kondisi jemaah yang terus berdatangan ke Madinah. Sistem ini memastikan tidak ada jeda dalam pelayanan, terutama bagi jemaah lansia yang rentan mengalami penurunan kesehatan.
Salah satu pasien yang dirawat adalah Muhammad Zair, jemaah lansia asal Mojokerto, Jawa Timur, berusia 78 tahun. Ia sempat pingsan akibat kelelahan ekstrem setelah menjalani rangkaian ibadah di Armuzna. Berkat perawatan intensif di klinik, kondisi Mbah Zair kini pulih total. “Saya sudah mampu berjalan kaki ke Masjid Nabawi untuk beribadah,” ujarnya dengan penuh syukur.
Petugas Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Arab Saudi mengimbau seluruh jemaah untuk segera memeriksakan diri jika merasakan gejala sakit. “Pemantauan dini di klinik satelit sangat penting untuk mencegah kondisi memburuk,” tegas dokter Fitri. Keberadaan Klinik Satelit Madinah 24 Jam Rawat Puluhan Jemaah Haji Lansia LPP RRI menjadi bukti kesiapan pemerintah dalam memberikan pelayanan kesehatan optimal bagi jemaah haji, khususnya lansia.
Dengan sistem 24 jam dan prioritas pada lansia, klinik ini diharapkan mampu menekan angka kejadian sakit berat di kalangan jemaah. Para tenaga medis terus siaga menghadapi lonjakan pasien, terutama saat gelombang kedatangan jemaah dari Armuzna mencapai puncaknya. Koordinasi antara PPIH, tim kesehatan, dan pengelola hotel berjalan lancar untuk memastikan setiap jemaah mendapatkan penanganan cepat dan tepat.
Klinik Satelit Madinah 24 Jam Rawat Puluhan Jemaah Haji Lansia LPP RRI tidak hanya menjadi tempat pengobatan, tetapi juga pusat edukasi kesehatan bagi jemaah. Para dokter aktif memberikan penyuluhan tentang pentingnya istirahat, hidrasi, dan mengenali gejala awal penyakit. Langkah preventif ini diharapkan dapat meminimalkan risiko komplikasi kesehatan selama di Tanah Suci.
Kesimpulannya, kehadiran klinik satelit 24 jam di Madinah merupakan solusi efektif dalam mengantisipasi kelelahan jemaah haji lansia pasca Armuzna. Dengan pelayanan prima dan sistem shift yang ketat, klinik ini mampu merawat puluhan pasien setiap harinya. Jemaah diimbau untuk tidak menunda pemeriksaan jika mengalami gejala sakit, agar ibadah dapat berjalan lancar dan khusyuk.
Artikel ini dipublikasikan oleh Suara Pecari.
Tinggalkan Balasan
Anda harus masuk untuk berkomentar.












