Kolaborasi Dua Kementerian Perkuat Jaringan Kreatif Global

Kolaborasi Dua Kementerian Perkuat Jaringan Kreatif Global

Suara Pecari | Kementerian Ekonomi Kreatif (Ekraf) mengadakan audiensi dengan Kementerian Luar Negeri (Kemlu) untuk memperkuat kerjasama kelembagaan dan memperluas jaringan di tingkat global. Menteri Ekraf, Teuku Riefky Harsya, dan Menlu, Sugiono, sepakat untuk meningkatkan sinergi antar lembaga demi membangun diplomasi yang lebih solid dan menegaskan posisi Indonesia sebagai pemimpin Global South serta pusat ekonomi kreatif dunia.

Riefky menyatakan bahwa ekonomi kreatif merupakan bagian penting dari Grand Strategy Diplomasi Soft Power Indonesia dan telah terbukti efektif sebagai alat diplomasi. Kerjasama yang erat dengan Kemlu menjadi fondasi bagi Indonesia untuk memperkuat kepemimpinannya dalam ekonomi kreatif global.

Pertemuan ini juga membahas persiapan untuk The 5th World Conference on Creative Economy (WCCE) yang akan digelar pada tahun 2026. Konferensi ini diharapkan dapat membuka lebih banyak peluang investasi dan akses pasar internasional bagi pelaku ekonomi kreatif di Indonesia.

Baca juga:

Riefky menekankan pentingnya kolaborasi antara kedua kementerian, dimana jaringan global Kemlu dapat menjadi penggerak utama dalam agenda diplomasi kreatif dan memperluas dampak ekonomi nasional. WCCE 2026 akan dipromosikan melalui perwakilan Indonesia di luar negeri untuk menarik partisipasi dari lebih dari 80 negara.

Baca juga:

Dengan tema ‘Inclusively Creative: Collective Continuity’, konferensi ini akan menyoroti keberlanjutan kerjasama antar negara. WCCE 2026 direncanakan akan menghadirkan tujuh elemen acara utama, termasuk Friends of Creative Economy (FCE), Pertemuan Menteri, Sesi Pleno, Sesi Kreatif, Creativillage, Pertemuan Bilateral, dan Makan Malam Resmi.

Baca juga:

Kinerja sektor ekonomi kreatif Indonesia menunjukkan tren positif dengan kontribusi terhadap PDB nasional mencapai Rp 1.611,15 triliun atau 7,28 persen pada tahun 2024. Di tahun berikutnya, nilai ekspor diperkirakan mencapai 31,94 miliar dolar AS, dengan realisasi investasi sebesar Rp 183,01 triliun dan penyerapan tenaga kerja mencapai 27,4 juta orang.

Baca juga:

Kerjasama antara Kementerian Ekraf dan Kemlu telah terjalin sejak WCCE pertama di Bali pada tahun 2018, serta di Dubai pada tahun 2021 dan Tashkent pada tahun 2024. Program peningkatan kapasitas juga telah dilaksanakan untuk 79 negara anggota OACPS di Bali, dengan tujuh negara mitra strategis seperti Australia, Belanda, Denmark, Filipina, Thailand, Prancis, dan Inggris.

Baca juga:

Artikel ini dipublikasikan oleh Suara Pecari.

Tinggalkan Balasan