BPOM Ajak Perkuat Ketahanan Obat Melalui Jamu

BPOM Ajak Perkuat Ketahanan Obat Melalui Jamu

Suara Pecari |

RRI.CO.ID, Jakarta – Pekan Jamu 2026 merupakan inisiatif penting untuk memperkuat ketahanan obat dan ekonomi nasional. Kepala BPOM Taruna Ikrar menilai potensi jamu sangat besar sehingga perlu disosialisasikan, dimotivasi, dan diedukasikan kepada masyarakat luas secara berkelanjutan. Ia mengatakan ribuan UMKM bergerak di bidang jamu dan berpeluang berkembang menjadi industri lebih besar. Jika naik kelas, pelaku usaha jamu dapat memberikan kontribusi ekonomi yang semakin signifikan secara nasional.

Taruna menyebut kontribusi sektor jamu berpotensi mencapai ratusan triliun rupiah setiap tahun nasional bila optimal. Menurutnya, tren global menunjukkan masyarakat semakin ingin kembali menggunakan produk alami dibandingkan lainnya saat ini. Ia menilai kecenderungan dunia kembali ke alam menjadi peluang penting bagi pengembangan jamu Indonesia ke depan. Karena itu, BPOM mendorong tiga langkah utama untuk mengembangkan pemanfaatan jamu secara luas dan berkelanjutan.

Langkah pertama adalah mempertahankan budaya minum dan memanfaatkan jamu melalui sosialisasi masyarakat secara lebih luas. Langkah kedua dilakukan melalui penelitian dan pengembangan guna meningkatkan nilai tambah ekonomi yang lebih tinggi. Aspek ketiga adalah memanfaatkan seluruh pemangku kepentingan untuk memenuhi kebutuhan global terhadap obat herbal. Menurut Taruna, kebutuhan global terhadap obat herbal membuka peluang hilirisasi dan pemasaran yang semakin luas.

BPOM mengembangkan kolaborasi akademia, bisnis, dan pemerintah atau ABG (Academia-Business-Government) dalam pengembangan jamu kedepannya. Taruna berharap jamu Indonesia menjadi raja di negeri sendiri serta semakin mendunia pada masa mendatang.

Artikel ini dipublikasikan oleh Suara Pecari.

Tinggalkan Balasan