Kenny Atkinson Pertahankan James Harden Meski Ditekan Knicks
Suara Pecari | Pelatih Cleveland Cavaliers, Kenny Atkinson, menyatakan keyakinannya terhadap James Harden meskipun timnya mengalami kekalahan 115-104 dari New York Knicks pada Game 1 Final Wilayah Timur. Atkinson menegaskan bahwa ia tidak mempertimbangkan untuk menempatkan Harden di bangku cadangan meskipun pemain tersebut menjadi target serangan Knicks di akhir pertandingan.
Harden, yang berusia 36 tahun, tampil di bawah tekanan setelah Cavaliers kehilangan keunggulan 22 poin. Meskipun kritik mengarah kepada performanya dalam pertahanan, Atkinson mengakui bahwa Harden telah menjadi salah satu pemain bertahan terbaik di playoff ini. “Dia adalah salah satu pembela terbaik kami di playoff. Saya percaya padanya. Dia pintar dan memiliki tangan yang hebat. Saya tidak pernah memikirkan untuk membench-nya,” ungkap Atkinson.
Dalam pernyataannya, Atkinson menegaskan bahwa kepercayaan tim terhadap Harden tetap tinggi. Selama pertandingan, Knicks mengubah strategi mereka dengan mengeksploitasi kelemahan Harden dalam pertahanan. Pelatih Knicks, Mike Brown, mengakui bahwa mereka secara konsisten menargetkan Harden, terutama selama kuarter keempat dan overtime.
Knicks berhasil membalikkan keadaan dengan mencetak 30 poin berbanding 8 dalam rentang waktu yang krusial, memanfaatkan pertahanan Cleveland yang mulai goyah. Jalen Brunson, bintang Knicks, mencetak 15 dari total 38 poinnya saat Harden menjadi penjaga utama. Brown menjelaskan, “Kami menyerang Harden. Ini bukan rahasia; kami tahu bahwa kami harus memanfaatkan situasi ini.”
Statistik menunjukkan bahwa saat Harden menjadi penjaga Brunson, pemain Knicks tersebut memiliki persentase tembakan yang jauh lebih baik dibandingkan saat dihadang pemain lain dari Cavaliers. Pada dasarnya, Knicks mendapatkan 1,6 poin per aksi langsung yang melibatkan 21 pick on-ball dengan Harden sebagai defender.
Strategi Knicks untuk menyerang Harden mirip dengan taktik yang pernah digunakan oleh Golden State Warriors, di mana mereka memberikan tekanan defensif yang konsisten untuk melelahkan Harden. Brown, yang sebelumnya menjadi asisten pelatih di Warriors, mengungkapkan bahwa mereka pernah menghitung jumlah dribble Harden untuk menciptakan tekanan lebih pada dirinya.
Harden sendiri mencatatkan 15 poin dengan akurasi tembakan 5 dari 16 percobaan, serta menghasilkan empat rebound, tiga assist, dan enam turnover dalam 42 menit permainan. Meskipun Cleveland memiliki pemain interior yang kuat seperti Evan Mobley dan Jarrett Allen, mereka kesulitan untuk menutupi kelemahan defensif Harden ketika Knicks mulai memanfaatkan pengalamannya.
Dengan hasil ini, Cavaliers harus segera mencari solusi untuk mengatasi kelemahan defensif Harden guna menghindari situasi serupa pada pertandingan berikutnya di Madison Square Garden. Pertanyaan besar kini adalah bagaimana Atkinson dan timnya akan merespons setelah kekalahan mengejutkan ini.
Artikel ini dipublikasikan oleh Suara Pecari.
Tinggalkan Balasan
Anda harus masuk untuk berkomentar.















