Jelang Satu Abad, Persebaya Surabaya Tegaskan Komitmen Jadi Rumah untuk Semua

Jelang Satu Abad, Persebaya Surabaya Tegaskan Komitmen Jadi Rumah untuk Semua

Suara Pecari | Persebaya Surabaya merayakan hari jadinya yang ke-99 pada Kamis, 18 Juni 2026, dengan mengusung tema “Persebaya untuk Semua”. Perayaan yang digelar di Stadion Gelora 10 November, Tambaksari, Surabaya, ini menjadi momentum penting bagi Green Force untuk menegaskan komitmennya sebagai klub yang inklusif dan menjadi rumah bagi seluruh kalangan, menjelang usia satu abad pada tahun depan.

Rangkaian acara dimulai dengan ziarah ke TPU Karang Tembok untuk mengenang dan mendoakan pendiri Persebaya, M. Pamoedji. Kehadiran perwakilan tim dalam ziarah ini menunjukkan penghormatan mendalam terhadap sejarah panjang klub yang berdiri sejak 1927. Setelah itu, kegiatan berlanjut di Stadion Gelora 10 November dengan ramah tamah bersama Bonek dan Bonita, penyerahan penghargaan kepada pengguna aktif aplikasi Persebaya Selamanya, doa lintas agama, pemotongan tumpeng, dan yang paling istimewa adalah kegiatan Difabel Football Clinic yang melibatkan Persebaya Academy.

Direktur Persebaya Surabaya, Candra Wahyudi, menegaskan bahwa semangat “Persebaya untuk Semua” bukanlah sesuatu yang baru, melainkan nilai yang telah dijalankan klub selama bertahun-tahun. “Menjelang usia satu abad, kami ingin semakin memperkuat kebersamaan. Persebaya harus bisa menjadi rumah bagi semua kalangan yang mencintai klub ini,” ujarnya.

Dukungan penuh juga datang dari Pemerintah Kota Surabaya. Wali Kota Surabaya, Eri Cahyadi, dalam pertemuan dengan manajemen Persebaya sehari sebelum perayaan, menegaskan pentingnya hubungan erat antara Pemkot dan Persebaya. “Saya ingin meninggalkan legacy bahwa siapa pun yang menjadi Wali Kota Surabaya nantinya harus dekat dengan Persebaya dan tidak boleh menjaga jarak. Sebab Persebaya sudah menjadi bagian dari Surabaya dan menjadi kebanggaan masyarakat kota ini,” kata Eri. Sebagai bentuk dukungan nyata, Pemkot memberikan kado spesial berupa pembangunan tiga mural perjalanan sejarah 99 tahun Persebaya di kawasan Jalan Mayjen Yono Suwoyo serta revitalisasi Lapangan Karanggayam dan Mes Persebaya di belakang Stadion Gelora 10 November.

Di sisi lain, Persebaya juga aktif dalam bursa transfer pemain. Pelatih Bernardo Tavares menyambut positif kedatangan Ramadhan Sananta, yang sebelumnya pernah bekerja sama dengannya di PSM Makassar. Tavares yakin bisa mengembalikan ketajaman Sananta yang sempat menurun di DPMM FC. “Sananta adalah pemain yang berkembang pesat saat di PSM Makassar, masuk tim nasional, dan sukses meraih gelar juara. Saya yakin dia bisa tampil lebih baik di Persebaya,” ujar Tavares.

Sementara itu, kabar perpindahan pemain PSM Makassar, Victor Dethan, yang sempat dikaitkan dengan Persebaya, kini santer disebut akan bergabung dengan Arema FC atau Dewa United. Namun, manajemen Persebaya belum memberikan pernyataan resmi terkait hal tersebut.

Perayaan HUT ke-99 ini menjadi bukti nyata bahwa Persebaya tidak hanya berfokus pada prestasi di lapangan, tetapi juga pada nilai-nilai kebersamaan dan inklusivitas. Dengan semangat “Persebaya untuk Semua”, klub kebanggaan Kota Pahlawan ini siap menyongsong usia satu abad dengan optimisme dan komitmen yang semakin kuat.

Artikel ini dipublikasikan oleh Suara Pecari.

Tinggalkan Balasan