KONI Jombang Susun Prioritas Penggunaan Dana Hibah 2026, Fokus pada Prestasi dan Efisiensi Anggaran

KONI Jombang Susun Prioritas Penggunaan Dana Hibah 2026, Fokus pada Prestasi dan Efisiensi Anggaran

Suara Pecari | Jombang – Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Kabupaten Jombang mulai menyusun skala prioritas penggunaan dana hibah tahun 2026 menyusul alokasi anggaran yang diterima lebih rendah dibandingkan tahun sebelumnya. Langkah tersebut dilakukan agar pembinaan atlet dan program cabang olahraga tetap berjalan meski dengan keterbatasan anggaran. Pada 2026, KONI Jombang menerima dana hibah sebesar Rp2,1 miliar atau menurun dari pagu tahun sebelumnya yang mencapai Rp2,25 miliar. Dengan kondisi tersebut, distribusi anggaran akan difokuskan pada program pembinaan cabang olahraga yang telah memenuhi persyaratan administrasi, sekaligus mempertimbangkan capaian prestasi masing-masing.

Latar Belakang Penurunan Anggaran

Penurunan dana hibah sebesar Rp150 juta ini terjadi di tengah meningkatnya kebutuhan pembinaan atlet, terutama biaya mengikuti kejuaraan di luar daerah. Ketua KONI Jombang, Sumarsono, mengungkapkan bahwa alokasi yang ada belum ideal jika dibandingkan dengan kebutuhan riil. “Kami akan memanfaatkan anggaran yang ada seefektif mungkin. Memang jumlahnya belum ideal jika dibandingkan dengan kebutuhan pembinaan atlet, apalagi ketika cabang olahraga harus mengikuti kejuaraan di luar daerah yang memerlukan biaya cukup besar,” ujarnya, Selasa, 30 Juni 2026. Kondisi ini memaksa KONI untuk lebih selektif dalam mendistribusikan dana, dengan prioritas pada cabang olahraga yang telah memenuhi persyaratan administrasi dan berprestasi.

Skema Alokasi Dana Hibah

KONI Jombang telah merumuskan skema alokasi yang terdiri dari pagu dasar dan tambahan berdasarkan prestasi. Setiap cabang olahraga anggota KONI yang memenuhi ketentuan akan memperoleh pagu dasar sebesar Rp17.500.000. Sementara itu, cabang olahraga yang kepengurusannya belum genap dua tahun hanya menerima separuh dari nilai pagu tersebut, yaitu Rp8.750.000. Selain itu, KONI juga memberikan tambahan dana pembinaan berdasarkan prestasi yang diraih pada Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Jawa Timur 2025.

Komponen AlokasiBesaranKeterangan
Pagu DasarRp17.500.000 per caborUntuk cabor dengan kepengurusan minimal 2 tahun
Pagu Dasar (kepengurusan < 2 tahun)Rp8.750.000 per caborSeparuh dari pagu dasar normal
Tambahan Prestasi Porprov 2025BervariasiBerdasarkan capaian medali emas, perak, perunggu

Cabang Olahraga Pengaju Proposal

Hingga saat ini, delapan cabang olahraga telah mengajukan proposal pencairan dana hibah kepada KONI Jombang, yaitu:

  • Angkat Berat
  • Biliar
  • Catur
  • Kick Boxing
  • Panahan
  • PSSI (Persatuan Sepak Bola Seluruh Indonesia)
  • Pickleball
  • PODSI (Persatuan Olahraga Dayung Seluruh Indonesia)

Proposal tersebut akan dievaluasi berdasarkan kelengkapan administrasi dan rekam jejak prestasi. KONI berharap proses pencairan dapat berjalan lancar sehingga program pembinaan tidak terganggu.

Dampak dan Implikasi

Penurunan dana hibah ini berimplikasi pada beberapa aspek. Pertama, cabang olahraga harus lebih kreatif dalam mencari sumber pendanaan alternatif, seperti sponsor atau sumbangan pihak ketiga. Kedua, prioritas pada cabang berprestasi dapat memicu persaingan sehat antarcabor untuk meningkatkan kualitas. Ketiga, masyarakat Jombang perlu memahami bahwa keterbatasan anggaran bukan berarti pembinaan olahraga terhenti total; justru menjadi momentum untuk efisiensi. Ke depan, KONI berharap ada tambahan anggaran melalui Perubahan APBD untuk mendukung penyelenggaraan Pekan Olahraga Kabupaten (Porkab) tanpa mengurangi fokus pembinaan olahraga prestasi.

Harapan dan Langkah ke Depan

Sumarsono menegaskan bahwa KONI akan terus berupaya mengoptimalkan dana yang ada. “Pembagian anggaran tidak hanya didasarkan pada pagu dasar, tetapi juga memperhitungkan prestasi. Cabang olahraga yang berhasil meraih medali di Porprov akan memperoleh tambahan dana pembinaan sebagai bentuk apresiasi sekaligus motivasi untuk meningkatkan prestasi,” katanya. Dengan skema ini, diharapkan atlet Jombang tetap mampu bersaing di level provinsi dan nasional. KONI juga akan menjalin komunikasi dengan pemerintah daerah untuk mengadvokasi penambahan anggaran pada APBD Perubahan 2026.

Di tengah keterbatasan, semangat pembinaan olahraga di Jombang tidak boleh surut. Dengan perencanaan yang matang dan prioritas yang jelas, KONI optimistis dapat menjaga keberlangsungan prestasi olahraga daerah. Masyarakat pun diharapkan terus mendukung atlet-atlet lokal, karena masa depan olahraga Jombang ada di tangan kita bersama.

Artikel ini dipublikasikan oleh Suara Pecari.

Tinggalkan Balasan