Kemenangan Tipis Lyon atas Servette Diwarnai Kekhawatiran soal Kondisi Malick Fofana

Kemenangan Tipis Lyon atas Servette Diwarnai Kekhawatiran soal Kondisi Malick Fofana

Suara Pecari, Dalam laga uji coba pramusim yang berlangsung di Stade Pierre-Rajon, Bourgoin, Olympique Lyonnais berhasil meraih kemenangan tipis 2-1 atas Servette FC pada Rabu malam. Pertandingan lyon vs servette ini menjadi ajang uji coba ketiga bagi Les Gones dalam persiapan menyambut musim baru. Meski menang, performa tim asuhan Paulo Fonseca masih menyisakan sejumlah pekerjaan rumah, terutama di lini pertahanan yang kebobolan lebih dulu.

Servette membuka keunggulan cepat pada menit ketiga melalui Junior Kadile yang memanfaatkan kesalahan kontrol Mads Bidstrup. Lyon baru bisa menyamakan kedudukan pada menit ke-35 lewat tendangan Corentin Tolisso setelah menerima umpan dari Assan Ouédraogo. Babak pertama berjalan lamban dengan intensitas rendah, seperti diakui Fonseca seusai laga. “Pertandingan ini akan saya lupakan,” ujar pelatih asal Portugal tersebut. “Kami banyak bekerja dalam dua hari terakhir, jadi wajar jika tim kurang segar.”

Di babak kedua, Fonseca melakukan sebelas pergantian pemain. Salah satu yang tampil menonjol adalah kiper Dominik Greif yang melakukan empat penyelamatan gemilang, termasuk menghalau sundulan jarak dekat dan dua tendangan beruntun pada menit ke-53. Gol kemenangan Lyon tercipta dari titik putih setelah Kaïl Boudache dijatuhkan kiper Servette di kotak penalti. Tolisso yang menjadi eksekutor sukses menuntaskan tugasnya pada menit ke-60. Skor 2-1 bertahan hingga akhir pertandingan.

Meski menang, kekhawatiran terbesar pasca lyon vs servette justru datang dari kondisi Malick Fofana. Winger asal Belgia itu kembali absen dalam skuad, memperpanjang masa pemulihan cedera pergelangan kaki kanan yang dideritanya sejak Oktober lalu. Fofana belum pernah tampil sebagai starter sejak mengalami cedera saat melawan Strasbourg. Ia sempat dijadwalkan kembali pada Januari, Februari, lalu Maret, namun selalu mundur. Dalam tiga laga uji coba pramusim, Fofana tak pernah dimainkan.

Paulo Fonseca memberikan klarifikasi terkait situasi ini. “Saya selalu berusaha jujur. Kami sudah menjadwalkan Malick untuk bermain, tetapi beberapa hari terakhir muncul keraguan. Kami tidak bisa mengambil risiko,” jelasnya. Fonseca menambahkan bahwa para dokter spesialis di Inggris dan Lyon akan mengadakan pertemuan untuk menentukan langkah selanjutnya. “Saya harap semuanya baik-baik saja. Malick terus berlatih, tapi kenyataannya ia memulai musim ini dengan rasa sakit. Kami perlu evaluasi lebih lanjut.”

Spekulasi beredar bahwa Fofana sengaja tidak dimainkan untuk menjaga nilainya agar bisa dijual. Fonseca dengan tegas membantah. “Banyak orang bicara, ada yang mengira ia tidak bermain karena akan dijual. Itu tidak benar. Ia akan bersama kami musim ini. Absennya murni karena kondisi fisik,” tegasnya. Ketegangan mulai terasa di kubu Lyon karena kasus Fofana menjadi perbincangan hangat. Tanpa cedera, pemain berusia 21 tahun itu bisa menjadi aset berharga, bahkan mungkin dijual dengan harga puluhan juta euro yang sangat dibutuhkan klub.

Selain masalah Fofana, pertahanan Lyon juga menjadi sorotan. Dalam tiga laga uji coba, Les Gones selalu kebobolan, total lima gol. Fonseca mengaku belum puas dengan pressing timnya. “Kami butuh lini belakang yang lebih solid. Sisi sayap juga harus lebih eksplosif,” ujarnya. Namun, ia masih punya waktu untuk membenahi sebelum laga kualifikasi Liga Champions.

Kemenangan atas Servette memang memberi kepercayaan diri, namun lyon vs servette juga mengungkap kelemahan yang harus segera diperbaiki. Dengan jadwal padat dan tekanan untuk tampil baik, Fonseca harus cepat menemukan solusi. Sementara itu, para penggemar berharap Malick Fofana bisa segera pulih dan kembali memperkuat tim. Jika tidak, musim ini bisa menjadi ujian berat bagi Lyon.

Artikel ini ditinjau & dipublikasikan oleh Tim Editorial Suara Pecari.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *