Gary Neville Kecam Tuchel: Mainoo Terabaikan, DNA Inggris Dipertanyakan

Gary Neville Kecam Tuchel: Mainoo Terabaikan, DNA Inggris Dipertanyakan

Suara Pecari, Legenda Manchester United dan mantan kapten Timnas Inggris, Gary Neville, kembali melontarkan kritik tajam terhadap manajer Thomas Tuchel menyusul kegagalan Inggris di Piala Dunia 2026. Neville, yang dikenal sebagai komentator vokal, menyoroti dua isu utama: keputusan Tuchel yang tidak memainkan Kobbie Mainoo sepanjang turnamen dan pernyataan kontroversial Tuchel tentang ‘DNA sepak bola Inggris’.

Dalam laga perebutan tempat ketiga melawan Prancis, Mainoo kembali absen karena cedera punggung yang dialami dalam sesi latihan terakhir. Namun, Neville meragukan penanganan Tuchel terhadap pemain muda Manchester United tersebut. Sebelumnya, mantan gelandang Manchester United Nicky Butt bahkan menyarankan Mainoo untuk pura-pura cedera agar tidak bermain di laga yang disebutnya ‘tidak masuk akal’. Neville pun angkat bicara di podcast The Overlap, menekankan bahwa Declan Rice sudah kelelahan dan Mainoo seharusnya mendapat kesempatan.

Kritik Neville tidak berhenti di situ. Setelah Inggris kalah 1-2 dari Argentina di semifinal, Tuchel berdalih bahwa penguasaan bola bukan bagian dari DNA Inggris seperti Spanyol atau Argentina. Pernyataan ini sontak memicu reaksi keras dari Neville. Dalam program Stick to Football, Neville menyebut pernyataan Tuchel sebagai alasan yang tidak tepat. Ia menilai Inggris memiliki banyak pemain bertalenta seperti Phil Foden, Cole Palmer, dan Bukayo Saka yang mampu mengontrol permainan, namun tidak dimanfaatkan secara maksimal. Neville menambahkan bahwa Tuchel akan menyesali keputusannya yang memasukkan tiga pemain bertahan setelah unggul, yang justru membuat tim semakin tertekan.

Perdebatan sengit juga terjadi antara Neville dan Roy Keane di The Overlap. Keane membela Tuchel dengan menyebut Argentina memang lebih unggul secara kualitas, sementara Neville bersikeras bahwa taktik Tuchel yang salah menjadi penyebab utama kekalahan. Neville mencontohkan kegagalan Inggris dalam menjaga Lionel Messi, yang memberikan assist kemenangan untuk Lautaro Martinez. Menurut Neville, Inggris seharusnya menempatkan pemain seperti Nico O’Reilly untuk melekat ketat pada Messi.

Kontroversi semakin memanas ketika terungkap bahwa Gary Neville sendiri pernah menolak menyanyikan lagu kebangsaan Inggris di Euro 1996 sebagai bentuk protes. Dalam sebuah wawancara, Neville mengaku menyesali sikapnya itu, namun kritiknya terhadap Tuchel dinilai lebih didasarkan pada analisis taktis dan manajemen pemain.

Kegagalan Inggris di Piala Dunia 2026 meninggalkan banyak pertanyaan. Dengan kritik pedas dari Gary Neville dan para pengamat lainnya, masa depan Thomas Tuchel sebagai manajer Timnas Inggris kini berada di ujung tanduk. Sementara itu, Kobbie Mainoo harus fokus pada pemulihan cederanya untuk menyambut musim baru bersama Manchester United.

Artikel ini ditinjau & dipublikasikan oleh Tim Editorial Suara Pecari.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *