Festival Kuliner Pandalungan Polije Angkat Potensi Sambal Nusantara, Lebih dari 100 Varian Siap Manjakan Lidah
Suara Pecari | Jember, 6 Juni 2026 – Festival Kuliner Pandalungan Vol 3 yang digelar oleh Program Studi Destinasi Pariwisata Politeknik Negeri Jember (Polije) sukses menyedot perhatian publik. Mengusung tema ‘Pedas, Riang, Gembira’, festival yang berlangsung di Jember Town Square pada 6–7 Juni 2026 ini menjadi ajang promosi kuliner lokal sekaligus wadah pengembangan ekonomi kreatif berbasis kearifan lokal. Acara yang menjadi sorotan ini adalah Festival Kuliner Pandalungan Polije Angkat Potensi Sambal Nusantara LPP RRI, yang menampilkan lebih dari 100 varian sambal Nusantara hasil kreasi mahasiswa dan pelaku usaha kuliner.
Direktur Polije, Saiful Anwar, menyatakan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari komitmen kampus dalam memperkenalkan kekayaan budaya dan kuliner lokal kepada masyarakat luas. Menurutnya, potensi kuliner daerah dapat menjadi salah satu daya tarik wisata yang mampu mendukung perkembangan sektor pariwisata di Kabupaten Jember. “Festival ini menjadi salah satu upaya untuk mengangkat potensi daerah sekaligus mengenalkan kekayaan kuliner Nusantara kepada masyarakat,” ujarnya saat membuka acara, Sabtu (6/6/2026).
Ketua Jurusan Bahasa, Komunikasi, dan Pariwisata Polije, Enik Rukiati, menjelaskan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari pembelajaran berbasis proyek yang mendorong mahasiswa mengembangkan kreativitas. “Kegiatan ini merupakan bentuk dari pembelajaran metode PBL dengan mengkreasikan sambal yang merupakan ciri khas masyarakat Pandalungan,” kata Enik. Ia menambahkan bahwa sambal dipilih karena menjadi salah satu elemen kuliner yang dekat dengan kehidupan masyarakat dan memiliki beragam variasi cita rasa di berbagai daerah Indonesia. Tak heran, Festival Kuliner Pandalungan Polije Angkat Potensi Sambal Nusantara LPP RRI mendapat sambutan hangat dari pengunjung yang antusias mencicipi aneka sambal unik dan pedas.
Selain pameran aneka sambal, festival juga menghadirkan bazar UMKM, lomba kreasi sambal, tantangan kuliner pedas, talkshow, serta hiburan bagi pengunjung. Suasana meriah terlihat sejak hari pertama, dengan puluhan stan yang memadati area Jember Town Square. Mahasiswa Polije tampil kreatif dengan menyajikan sambal-sambal inovatif, seperti sambal matah khas Bali, sambal colo-colo dari Maluku, hingga sambal rica-rica khas Manado. Tak ketinggalan, sambal khas Jember seperti sambal pencit dan sambal terasi juga ikut meramaikan festival ini.
Pemerintah Kabupaten Jember melalui Kepala Bidang Kemasyarakatan, Endang Anggraeni, memberikan apresiasi mendalam atas penyelenggaraan festival ini. Menurutnya, acara ini dinilai mampu mendukung pelestarian warisan kuliner sekaligus membuka peluang pengembangan produk ekonomi kreatif. “Semoga terus berlanjut dan kuliner-kuliner bertemakan sambal ini dapat didaftarkan sebagai kreasi mahasiswa pada BRIDA Provinsi Jawa Timur,” katanya. Dengan adanya dukungan dari pemerintah, diharapkan berbagai kreasi kuliner yang lahir dari kegiatan ini dapat terus dikembangkan dan memiliki nilai tambah, baik sebagai produk unggulan daerah maupun sebagai bagian dari penguatan identitas kuliner Jember.
Festival Kuliner Pandalungan Polije Angkat Potensi Sambal Nusantara LPP RRI juga menjadi ajang bagi mahasiswa untuk mengaplikasikan ilmu yang didapat di bangku kuliah. Melalui metode Project Based Learning (PBL), mereka dituntut untuk tidak hanya kreatif dalam meracik sambal, tetapi juga mampu memasarkan produk dan mengelola event. Hal ini sejalan dengan visi Polije untuk menghasilkan lulusan yang siap bersaing di dunia kerja, khususnya di sektor pariwisata dan ekonomi kreatif.
Pengunjung yang hadir pun mengaku puas dengan gelaran festival ini. Rina, seorang pengunjung asal Jember, mengaku senang bisa menikmati berbagai varian sambal dalam satu tempat. “Saya suka pedas, jadi ini surga buat saya. Banyak sambal baru yang belum pernah saya coba sebelumnya,” ujarnya. Tak hanya warga lokal, festival ini juga menarik perhatian wisatawan dari luar kota yang kebetulan sedang berkunjung ke Jember.
Ke depan, Polije berencana menjadikan Festival Kuliner Pandalungan sebagai agenda tahunan yang semakin meriah dan inovatif. Diharapkan, festival ini tidak hanya menjadi ajang promosi kuliner, tetapi juga mampu mendongkrak sektor pariwisata dan ekonomi kreatif di Jember. Dengan dukungan berbagai pihak, potensi sambal Nusantara yang kaya akan cita rasa dan filosofi budaya dapat terus dilestarikan dan dikembangkan.
Kesimpulannya, Festival Kuliner Pandalungan Polije Angkat Potensi Sambal Nusantara LPP RRI telah sukses menjadi wadah kreativitas mahasiswa, promosi kuliner lokal, dan penggerak ekonomi kreatif. Lebih dari sekadar pameran sambal, acara ini menjadi bukti nyata bahwa kearifan lokal dapat dikemas secara modern dan menarik, sehingga mampu bersaing di kancah nasional. Semoga festival serupa terus digelar untuk memperkaya khazanah kuliner Indonesia.
Artikel ini dipublikasikan oleh Suara Pecari.
Tinggalkan Balasan
Anda harus masuk untuk berkomentar.









