Gubernur Bobby Nasution Siapkan Rumah Produksi Kelapa di Nias Utara

Gubernur Bobby Nasution Siapkan Rumah Produksi Kelapa di Nias Utara

Suara Pecari, Nias Utara – Gubernur Sumatera Utara, Muhammad Bobby Afif Nasution, mengalokasikan anggaran sebesar Rp2 miliar untuk pembangunan rumah produksi kelapa di Nias Utara. Program ini bertujuan meningkatkan nilai tambah hasil kelapa yang selama ini menjadi salah satu komoditas utama petani setempat.

Fasilitas Rumah Produksi Kelapa

Rumah produksi kelapa yang akan dibangun dilengkapi dengan berbagai fasilitas modern, antara lain mesin produksi kopra, solar dryer, mesin pengupas batok, mesin pemilah, dan peralatan pendukung lainnya. Selain itu, rumah produksi ini juga akan mengembangkan produk arang batok kelapa sebagai salah satu hasil olahan tambahan.

Anggaran dan Rencana Pembangunan

Menurut data dari Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bapperida) Sumut, pembangunan rumah produksi kelapa ini direncanakan mulai pada tahun 2026 dengan alokasi anggaran sebesar Rp2 miliar. Gubernur Bobby juga mengungkapkan bahwa pada tahun ini, anggaran untuk pembangunan di Kepulauan Nias meningkat signifikan menjadi sekitar Rp500 miliar.

Strategi Pembangunan Kepulauan Nias

Pemerintah Provinsi Sumatera Utara menetapkan tiga tema utama pembangunan di Kepulauan Nias, yakni sentra perekonomian, sentra produksi, dan pariwisata. Nias Utara diarahkan sebagai sentra produksi yang akan menjadi pusat pengembangan industri kelapa dan hasil pertanian lainnya.

Aspirasi Masyarakat dan Dukungan Pemerintah Daerah

Dalam kegiatan Sapa Daerah di Lauru Fadoro, Nias Utara, Gubernur Bobby menerima berbagai aspirasi masyarakat yang akan menjadi bahan pertimbangan dalam program pembangunan ke depan. Bupati Nias Utara, Amizaro Waruwu, mengapresiasi rencana pembangunan ini dan menilai potensi kelapa di daerahnya sangat besar, khususnya di wilayah yang sebagian besar merupakan perkebunan kelapa.

Salah satu warga, Bakti Adil Waruwu, menyampaikan rasa haru dan berharap perhatian pemerintah terhadap pengembangan potensi kelapa dan pariwisata di Nias Utara terus meningkat, mengingat kunjungan Gubernur Sumut ke daerahnya merupakan yang pertama kali setelah puluhan tahun merdeka.

Dampak dan Harapan

Pembangunan rumah produksi kelapa ini diharapkan dapat mendorong peningkatan nilai tambah produk kelapa, membuka lapangan kerja baru, serta memperkuat perekonomian masyarakat Nias Utara. Dengan dukungan fasilitas produksi yang memadai, hasil kelapa yang selama ini hanya dijual dalam bentuk bahan mentah dapat diolah menjadi produk bernilai jual lebih tinggi, seperti kopra dan arang batok kelapa.

Langkah ini juga sejalan dengan upaya Pemprov Sumut dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat di Kepulauan Nias melalui pengembangan sektor produksi dan pariwisata sebagai pilar utama pembangunan daerah.

Artikel ini ditinjau & dipublikasikan oleh Tim Editorial Suara Pecari.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *