Arab Saudi Mulai Aktifkan Lagi Pipa Minyak, Target Ekspor Akhir Pekan
Suara Pecari – Arab Saudi telah mulai mengoperasikan kembali jalur pipa minyak utama, pipa East-West, yang sebelumnya sempat dihentikan akibat serangan drone pada awal September 2026. Pengaktifan kembali pipa ini bertujuan untuk menghindari pengiriman minyak melalui Selat Hormuz dan menargetkan aliran minyak serta ekspor melalui jalur tersebut kembali signifikan pada akhir pekan ini.
Fakta Utama Pengaktifan Pipa Minyak
- Pipa East-West memiliki kapasitas hingga 7 juta barel minyak per hari.
- Sekitar 2 juta barel per hari digunakan untuk memasok kilang-kilang di pantai barat Arab Saudi, sisanya untuk ekspor.
- Penghentian operasi pipa terjadi setelah serangan drone yang diluncurkan dari Irak pada 10 September 2026.
- Saudi Aramco berupaya memulihkan aliran minyak dengan menghindari stasiun pompa yang rusak dan meningkatkan tekanan pada pipa.
- Ekspor minyak melalui pelabuhan Yanbu, di pesisir Laut Merah, akan kembali dimulai.
Konteks dan Pentingnya Pengaktifan Kembali Pipa
Pipa East-West dibangun sebagai alternatif jalur pengiriman minyak yang melewati Selat Hormuz, jalur yang rawan gangguan terutama selama konflik regional. Selama pipa tersebut berhenti beroperasi, Arab Saudi mengalihkan ekspor minyak melalui Teluk Persia, yang meningkatkan aktivitas di terminal Ras Tanura. Dengan pengaktifan kembali pipa ini, Saudi Aramco dapat mengalirkan minyak langsung ke pelabuhan Yanbu, yang sebelumnya menjadi jalur utama pengiriman saat terjadi perang Iran.
Dampak terhadap Pasar Minyak Global dan Pelanggan
Kembalinya operasi pipa diharapkan menambah pasokan minyak global yang saat ini mengalami kekurangan, sehingga harga minyak mentah turun kembali di bawah USD 100 per barel pada Selasa, 23 September 2026. Penghentian pipa sebelumnya berdampak pada pelanggan minyak Arab Saudi di Eropa, di mana perusahaan penyulingan diberi tahu pengurangan alokasi minyak untuk Oktober. Sebagai respons, beberapa perusahaan mencari pasokan pengganti.
Risiko dan Tantangan Keamanan
Meskipun pipa telah diaktifkan kembali, risiko serangan terhadap infrastruktur masih tinggi, terutama dari kelompok Houthi yang berbasis di Yaman yang masih melakukan serangan udara terhadap fasilitas minyak Arab Saudi. Ancaman serangan bahkan mengakibatkan peringatan serangan udara di Riyadh pada Sabtu, yang merupakan peringatan pertama di ibu kota sejak puncak perang AS-Iran tahun ini.
Proses Pemulihan Operasi Pipa
Pengoperasian kembali pipa melibatkan beberapa tahap penting:
- Meningkatkan tekanan pada jalur pipa East-West.
- Pemeriksaan integritas struktur pipa dan perangkat seperti katup.
- Memperbaiki stasiun pompa yang rusak untuk mencapai kapasitas penuh.
Saudi Aramco menargetkan pengoperasian pipa dengan kapasitas penuh dalam waktu sekitar enam minggu sejak serangan, dengan kecepatan perbaikan bergantung pada kondisi stasiun pompa.
Peran Strategis Jalur Laut Merah
Pelabuhan Yanbu di Laut Merah kembali menjadi titik utama ekspor minyak melalui pipa East-West. Jalur ini sangat strategis untuk menghindari risiko yang ada di Selat Hormuz. Sebelumnya, ketika Selat Hormuz hampir tidak dapat dilalui, jalur ini membantu menstabilkan pasokan minyak global dan menahan lonjakan harga minyak mentah.
Kesimpulan
Pengaktifan kembali pipa minyak East-West oleh Arab Saudi menandai upaya penting untuk memulihkan kapasitas ekspor minyak dan menjaga stabilitas pasokan di pasar global. Meskipun masih ada risiko keamanan yang harus diwaspadai, langkah ini diharapkan dapat menurunkan tekanan harga minyak dan memberikan kepastian bagi pelanggan di Asia dan Eropa.
Artikel ini ditinjau & dipublikasikan oleh Tim Editorial Suara Pecari.










