Ruas Pansela Tulungagung Rampung, Buka Akses Destinasi Wisata Pesisir Selatan

Ruas Pansela Tulungagung Rampung, Buka Akses Destinasi Wisata Pesisir Selatan

Penyelesaian Ruas Brumbun-Sine: Penutup Koridor Pansela Tulungagung

Suara Pecari | Kementerian Pekerjaan Umum (PU) resmi menuntaskan seluruh ruas Jalur Pantai Selatan (Pansela) di Kabupaten Tulungagung, Jawa Timur, pada akhir Mei 2026. Ruas terakhir yang diselesaikan adalah segmen Brumbun-Sine, yang sebelumnya sempat terkendala longsor di beberapa titik. Dengan rampungnya ruas tersebut, seluruh koridor Pansela di Tulungagung kini terhubung sepanjang 51,56 kilometer, membentang dari perbatasan Kabupaten Trenggalek hingga Kabupaten Blitar.

Menteri PU Dody Hanggodo menegaskan bahwa pembangunan Pansela tidak sekadar meningkatkan konektivitas, tetapi juga membuka akses menuju kawasan wisata dan pusat ekonomi masyarakat pesisir selatan Pulau Jawa. “Pansela diharapkan menjadi alternatif perjalanan masyarakat untuk mengurangi kepadatan di Jalur Pantura maupun Tol Trans Jawa. Di saat yang sama, keberadaan jalan ini juga membuka akses menuju kawasan wisata dan sentra ekonomi masyarakat pesisir,” ujarnya dalam keterangan tertulis, Rabu, 10 Juni 2026.

Daftar Destinasi Wisata yang Terbuka Aksesnya

Dengan tersambungnya seluruh ruas Pansela di Tulungagung, sejumlah destinasi wisata pesisir selatan Jawa Timur kini lebih mudah dijangkau. Berikut adalah destinasi utama yang mendapatkan akses lebih baik:

  • Pantai Sine – Terkenal dengan ombaknya yang cocok untuk berselancar.
  • Pantai Dlodo – Memiliki pasir putih dan pemandangan karang yang eksotis.
  • Pantai Gemah – Destinasi favorit dengan fasilitas lengkap dan air jernih.
  • Pantai Brumbun – Menawarkan panorama tebing dan sunset yang memukau.
  • Kedung Tumpang – Air terjun indah yang berada di dekat pesisir.

Selain itu, akses menuju sentra ekonomi seperti pasar ikan tradisional dan pusat kuliner seafood di sepanjang pesisir juga semakin lancar.

Dampak Ekonomi dan Pariwisata

Kementerian PU menilai bahwa akses yang semakin baik akan mendorong peningkatan kunjungan wisatawan. Kondisi ini diharapkan mendukung pertumbuhan usaha masyarakat di sektor perdagangan, kuliner, jasa wisata, dan perikanan. Data dari Dinas Pariwisata Jawa Timur menunjukkan bahwa kunjungan ke destinasi pesisir selatan meningkat rata-rata 15% setiap tahun sejak pembangunan Pansela dimulai. Dengan rampungnya ruas Tulungagung, proyeksi peningkatan kunjungan dapat mencapai 20-25% pada tahun 2027.

Selain itu, jalur Pansela juga menjadi alternatif bagi wisatawan yang ingin menghindari kemacetan di Pantura dan Tol Trans Jawa. Hal ini sejalan dengan upaya pemerintah untuk mendistribusikan kunjungan wisata ke destinasi-destinasi baru di selatan Jawa.

Kronologi Pembangunan Pansela di Tulungagung

Berikut adalah tahapan penyelesaian ruas Pansela di Tulungagung:

TahunRuasPanjang (km)Status
2024Perbatasan Trenggalek – Brumbun18,2Rampung
2025Brumbun – Sine (sebagian)15,0Terkendala longsor
Mei 2026Brumbun – Sine (penuh)18,36Rampung

Dengan selesainya seluruh ruas, total panjang Pansela di Tulungagung mencapai 51,56 km. Secara keseluruhan, koridor Pansela di Jawa Timur memiliki panjang 628,39 kilometer, dan menjadi bagian dari pembangunan Pansela Jawa yang ditargetkan tersambung lebih dari 1.500 kilometer.

Implikasi bagi Masyarakat dan Pemerintah Daerah

Keberadaan Pansela di Tulungagung membawa implikasi positif bagi masyarakat setempat. Akses yang lebih lancar memudahkan mobilitas warga, terutama dalam distribusi hasil perikanan dan pertanian ke pasar-pasar di kota besar. Pemerintah daerah pun diharapkan dapat mengoptimalkan potensi wisata dengan meningkatkan fasilitas pendukung seperti penginapan, restoran, dan pusat informasi wisata.

Namun, tantangan tetap ada. Peningkatan jumlah wisatawan harus diimbangi dengan pengelolaan sampah, konservasi lingkungan, dan kesiapan infrastruktur dasar seperti air bersih dan listrik. Pemerintah Kabupaten Tulungagung telah menyiapkan rencana induk pariwisata berkelanjutan untuk mengantisipasi dampak negatif.

Secara keseluruhan, rampungnya ruas Pansela Tulungagung menjadi tonggak penting dalam upaya menghubungkan kawasan pesisir selatan Jawa. Jalan ini tidak hanya menjadi infrastruktur fisik, tetapi juga jembatan menuju kesejahteraan ekonomi dan kebangkitan pariwisata lokal. Dengan akses yang terbuka lebar, destinasi-destinasi tersembunyi di pesisir selatan kini siap menyambut dunia.

Artikel ini dipublikasikan oleh Suara Pecari.

Tinggalkan Balasan