Bupati Amizaro Hadiri Diskusi Gubernur Sumut dengan Dubes Prancis: Membuka Peluang Pariwisata Kepulauan Nias

Bupati Amizaro Hadiri Diskusi Gubernur Sumut dengan Dubes Prancis: Membuka Peluang Pariwisata Kepulauan Nias

Suara Pecari, Nias Selatan, 23 Juli 2026 – Bupati Nias Utara, Amizaro Waruwu, menghadiri diskusi strategis antara Gubernur Sumatera Utara, Muhammad Bobby Afif Nasution, dengan Duta Besar Prancis untuk Indonesia dan Timor Leste, Fabien Penone, di Baga Resort Hotel, Kabupaten Nias Selatan, Kamis (17/7/2026). Pertemuan ini dihadiri oleh seluruh kepala daerah se-Kepulauan Nias, Forkopimda, pimpinan DPRD, sekretaris daerah, serta pejabat Organisasi Perangkat Daerah (OPD) dari berbagai kabupaten/kota di Kepulauan Nias. Diskusi ini menjadi momentum penting dalam upaya mempromosikan potensi pariwisata Kepulauan Nias sebagai destinasi unggulan di Sumatera Utara, sekaligus membuka peluang kerja sama internasional dengan Prancis dan Timor Leste.

Latar Belakang Diskusi: Mengapa Kepulauan Nias?

Kepulauan Nias, yang terdiri dari Kabupaten Nias, Nias Selatan, Nias Utara, dan Nias Barat, memiliki kekayaan alam dan budaya yang luar biasa. Dari pantai berpasir putih, ombak kelas dunia bagi peselancar, hingga rumah adat tradisional dan warisan megalitikum, Nias menyimpan potensi wisata yang belum tergarap maksimal. Gubernur Sumut, Muhammad Bobby Afif Nasution, dalam paparannya menyoroti sejumlah destinasi unggulan seperti Pantai Sorake di Nias Selatan yang terkenal sebagai surga selancar, serta situs megalitik di Bawomataluo yang telah diusulkan sebagai Warisan Dunia UNESCO. “Kepulauan Nias memiliki segalanya: alam, budaya, dan keramahan masyarakat. Kami ingin mengundang investor internasional untuk bersama-sama mengembangkan potensi ini,” ujar Gubernur Bobby dalam sambutannya.

Potensi Pariwisata yang Dipaparkan

Dalam diskusi tersebut, Gubernur Bobby memaparkan beberapa fokus utama pengembangan pariwisata di Kepulauan Nias, antara lain:

  • Wisata Selancar: Gelombang di Pantai Sorake dan sekitarnya dikenal sebagai salah satu yang terbaik di dunia, menarik minat peselancar profesional dari berbagai negara.
  • Wisata Budaya dan Sejarah: Rumah adat Nias dengan arsitektur unik, tarian tradisional, serta tradisi lompat batu (fahombo) yang menjadi ikon budaya.
  • Ekowisata: Hutan tropis, gua-gua alami, dan keanekaragaman hayati yang masih terjaga.
  • Infrastruktur Pendukung: Pembangunan bandara, pelabuhan, dan akses jalan yang terus ditingkatkan untuk memudahkan wisatawan.

Tanggapan Dubes Prancis: Peluang Kerja Sama yang Menjanjikan

Duta Besar Prancis untuk Indonesia dan Timor Leste, Fabien Penone, memberikan apresiasi atas presentasi yang disampaikan. Ia menilai bahwa Kepulauan Nias memiliki daya tarik yang kuat, terutama bagi wisatawan Prancis yang dikenal gemar berpetualang dan mencari pengalaman autentik. “Kami melihat potensi besar di sektor pariwisata, terutama wisata alam dan budaya. Prancis memiliki investor dan operator tur yang tertarik untuk mengembangkan destinasi seperti ini. Beberapa di antaranya sudah menyatakan minatnya untuk berinvestasi di Nias,” ungkap Penone. Ia juga menambahkan bahwa Prancis siap membantu dalam hal pelatihan sumber daya manusia pariwisata, promosi bersama, serta pengembangan infrastruktur ramah lingkungan.

Prospek Investasi dan Kerja Sama Internasional

Dalam forum tersebut, beberapa peluang kerja sama konkret mulai dibahas, antara lain:

BidangPotensi Kerja SamaTarget
Pengembangan Resort & HotelInvestasi langsung dari perusahaan Prancis untuk membangun akomodasi berbasis ekowisata2027-2028
Promosi WisataKampanye bersama di media Prancis dan partisipasi dalam pameran pariwisata internasional2026-2027
Pelatihan SDMProgram pertukaran budaya dan pelatihan bahasa Prancis bagi pemandu wisata lokal2026-2029
Konservasi BudayaDukungan teknis untuk pelestarian situs megalitik dan rumah adat2026-2030

Peran Bupati Amizaro: Mendorong Sinergi Antar Daerah

Kehadiran Bupati Nias Utara, Amizaro Waruwu, dalam diskusi ini menjadi krusial. Sebagai salah satu daerah di Kepulauan Nias, Nias Utara memiliki destinasi seperti Pantai Lahewa dan Pulau Lekon yang masih perawan. Amizaro menyatakan komitmennya untuk mendukung program Gubernur dan menjalin kerja sama langsung dengan investor Prancis. “Kami siap menyediakan lahan dan kemudahan perizinan bagi investor yang ingin mengembangkan pariwisata di Nias Utara. Kami juga akan meningkatkan kualitas SDM melalui pelatihan bahasa asing dan hospitality,” tegas Amizaro. Ia didampingi oleh Asisten Pemerintahan dan kepala OPD Nias Utara, yang menunjukkan keseriusan pemerintah daerah dalam menindaklanjuti hasil diskusi.

Kronologi Pertemuan

  1. 09.00 WIB: Pembukaan oleh Gubernur Sumut, dilanjutkan sambutan dari Bupati Nias Selatan selaku tuan rumah.
  2. 09.30 WIB: Paparan potensi pariwisata Kepulauan Nias oleh Gubernur Sumut.
  3. 10.30 WIB: Tanggapan dan presentasi dari Dubes Prancis mengenai peluang investasi.
  4. 11.30 WIB: Sesi diskusi dan tanya jawab antara kepala daerah dengan Dubes Prancis.
  5. 13.00 WIB: Penandatanganan nota kesepahaman awal (MoU) antara Pemerintah Provinsi Sumut dengan Kedutaan Besar Prancis untuk kerangka kerja sama pariwisata.
  6. 14.00 WIB: Penutupan dan ramah tamah.

Dampak dan Implikasi bagi Masyarakat dan Perekonomian

Diskusi ini membawa angin segar bagi masyarakat Kepulauan Nias. Jika kerja sama terwujud, dampak positif yang diharapkan antara lain:

  • Peningkatan Kunjungan Wisatawan Asing: Target kenaikan jumlah turis Prancis dan Timor Leste sebesar 20% dalam dua tahun pertama.
  • Lapangan Kerja Baru: Sektor perhotelan, transportasi, dan jasa pariwisata diperkirakan akan menyerap ribuan tenaga kerja lokal.
  • Pemberdayaan Ekonomi Lokal: UMKM di bidang kerajinan tangan, kuliner, dan akomodasi homestay akan mendapatkan pasar baru.
  • Pelestarian Budaya: Dengan meningkatnya minat wisatawan, tradisi dan situs budaya akan lebih terjaga karena memiliki nilai ekonomi.
  • Infrastruktur Lebih Baik: Pemerintah akan mengalokasikan anggaran lebih untuk pembangunan jalan, listrik, dan internet di daerah wisata.

Namun, tantangan juga perlu diantisipasi, seperti kesiapan SDM, dampak lingkungan, dan potensi komersialisasi budaya yang berlebihan. Pemerintah daerah berkomitmen untuk menerapkan pariwisata berkelanjutan sesuai standar internasional.

Harapan ke Depan: Menuju Nias sebagai Destinasi Global

Gubernur Sumut menegaskan bahwa diskusi ini bukanlah seremoni belaka, melainkan langkah awal dari proses panjang. “Kami akan membentuk tim khusus untuk menindaklanjuti setiap poin kerja sama. Target kami, dalam satu tahun ke depan sudah ada proyek nyata yang berjalan,” ujar Bobby. Sementara itu, Dubes Prancis berjanji akan mengirimkan tim ahli untuk melakukan studi kelayakan dan feasibility study dalam waktu dekat.

Bupati Amizaro, seusai acara, menyatakan optimismenya. “Ini adalah kesempatan emas bagi Nias Utara. Kami tidak boleh menyia-nyiakannya. Dengan kerja sama semua pihak, saya yakin Nias akan menjadi destinasi wisata kelas dunia yang membawa kesejahteraan bagi masyarakat,” pungkasnya.

Pertemuan bersejarah ini menjadi bukti bahwa diplomasi pariwisata dapat membuka pintu investasi dan kerja sama internasional. Kepulauan Nias, dengan segala potensinya, kini berada di ambang transformasi besar. Semua mata tertuju pada langkah selanjutnya: bagaimana janji-janji di ruang diskusi diwujudkan menjadi kenyataan di lapangan.

Artikel ini ditinjau & dipublikasikan oleh Tim Editorial Suara Pecari.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *