ASDP Datangkan KMP Jatra I dan KMP Port Link 0 Bantu Urai Macet di Jalur Pelabuhan Ketapang
Penguatan Armada untuk Mengurai Kemacetan di Pelabuhan Ketapang
Suara Pecari, Banyuwangi – ASDP Indonesia Ferry melakukan langkah strategis dengan mendatangkan dua kapal baru, KMP Jatra I dan KMP Port Link 0, guna mengurai antrean kendaraan yang kerap terjadi di jalur Pelabuhan Ketapang, Banyuwangi. Kedatangan kedua kapal ini diharapkan mampu mempercepat pergerakan kendaraan dan menjaga kelancaran konektivitas antara Pulau Jawa dan Bali.
KMP Jatra I dan KMP Port Link 0 diberangkatkan menuju Tanjung Wangi pada Sabtu, 5 September 2026 dan dijadwalkan tiba pada Selasa, 8 September 2026. Setelah tiba, KMP Jatra I akan memperkuat layanan lintasan Ketapang-Gilimanuk, sementara KMP Port Link 0 akan melayani rute Tanjung Wangi-Lembar dengan Pelabuhan Gili Mas. Pengaturan ini merupakan bagian dari strategi optimalisasi jaringan lintasan yang bertujuan meningkatkan kapasitas layanan sekaligus mengurangi tekanan kendaraan di lintasan Ketapang-Gilimanuk.
Kondisi Antrean dan Upaya Optimalisasi
Berdasarkan pemantauan pada Minggu pagi pukul 08.00 WIB, antrean kendaraan di Pelabuhan Ketapang tercatat mencapai sekitar 3 kilometer, dengan ekor antrean berada di Terminal Sri Tanjung. Di sisi Gilimanuk, antrean kendaraan mencapai sekitar 1,6 kilometer dengan titik akhir di sekitar Masjid Gilimanuk.
Selama periode 31 Agustus hingga 5 September 2026, tercatat sebanyak 7.197 penumpang dan 36.218 kendaraan telah diseberangkan dari Pelabuhan Ketapang, sedangkan dari Pelabuhan Gilimanuk sebanyak 4.213 penumpang dan 33.810 kendaraan. Jumlah ini mencerminkan tingginya aktivitas dan kebutuhan kapasitas layanan yang memadai.
Strategi dan Koordinasi Pelayanan
Direktur Utama PT ASDP Indonesia Ferry, Heru Widodo, menegaskan bahwa perusahaan terus melakukan langkah mitigasi secara dinamis dengan mempertimbangkan kondisi lalu lintas, kesiapan armada, serta aspek keselamatan pelayaran. Heru menyatakan bahwa penggerakan armada menjadi kunci utama untuk mempercepat penguraian antrean kendaraan tanpa mengorbankan keselamatan dan kualitas pelayanan.
General Manager ASDP Cabang Ketapang, Media Syahrianto, menambahkan bahwa ASDP bersama regulator KSOP dan BPTD mengoptimalkan jumlah kapal yang beroperasi hingga 8 trip per hari. Mereka juga terus melakukan evaluasi berkala agar pemanfaatan kapasitas layanan dapat maksimal. Koordinasi dengan pemangku kepentingan terkait pengaturan arus kendaraan pun terus dilakukan demi kelancaran dan keamanan perjalanan.
Imbauan bagi Pengguna Jasa
ASDP mengimbau para pengguna jasa untuk merencanakan perjalanan dengan baik, memastikan telah memiliki tiket sebelum tiba di pelabuhan, dan mematuhi arahan petugas di lapangan. Pengguna jasa juga diharapkan menjaga ketertiban selama berada di area pelabuhan maupun jalur akses menuju pelabuhan agar perjalanan dapat berjalan lancar dan aman.
Data Pergerakan Penumpang dan Kendaraan
- Periode 31 Agustus – 5 September 2026:
- Penumpang dari Ketapang: 7.197 orang
- Kendaraan dari Ketapang: 36.218 unit
- Penumpang dari Gilimanuk: 4.213 orang
- Kendaraan dari Gilimanuk: 33.810 unit
Data ini menunjukkan tingginya mobilitas masyarakat dan kebutuhan pengelolaan kapasitas yang optimal di lintasan Ketapang-Gilimanuk.
Artikel ini ditinjau & dipublikasikan oleh Tim Editorial Suara Pecari.









