Foto Menjaga Rumah Satwa Liar dari Ancaman Karhutla
Suara Pecari, Kalimantan Selatan – Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Kalimantan Selatan melakukan patroli rutin di Area Preservasi, Desa Panjaratan, Kabupaten Tanah Laut, untuk menjaga habitat satwa liar dari ancaman kebakaran hutan dan lahan (karhutla). Kegiatan ini berlangsung pada Sabtu, 5 September 2026, dan menjadi upaya penting dalam melindungi ekosistem yang rentan terdampak musim kemarau.
Patroli dan Pemantauan Habitat Satwa Liar
Dalam patroli tersebut, petugas BKSDA menyusuri kawasan menggunakan perahu, menjangkau habitat satwa yang berada di sepanjang aliran sungai dan kawasan hutan sekitar Desa Panjaratan. Kegiatan ini memungkinkan pemantauan langsung terhadap kondisi habitat dan aktivitas satwa liar, seperti bekantan (Nasalis larvatus) dan lutung (Genus Presbytis), yang terlihat beraktivitas di atas pepohonan.
Peran Penting dalam Pencegahan Karhutla
Patroli ini dilakukan tidak hanya untuk memantau kesejahteraan satwa liar, tetapi juga sebagai langkah antisipasi terhadap meningkatnya risiko karhutla pada musim kemarau. Kebakaran hutan dan lahan dapat mengganggu keseimbangan ekosistem hingga mengancam kelangsungan hidup berbagai spesies. Oleh karena itu, pengawasan secara berkala menjadi kunci dalam pencegahan serta penanganan dini jika ditemukan titik api.
Keberadaan Satwa dan Habitatnya
Di tengah kegiatan patroli, petugas mengamati keberadaan satwa seperti bekantan dan lutung. Seekor lutung, yang dikenal secara lokal sebagai monyet hirangan, bahkan terlihat menggendong anaknya saat bertengger di pohon. Keberadaan satwa ini menunjukkan masih terjaganya habitat alami di wilayah tersebut, yang harus terus dilindungi dari ancaman eksternal, terutama karhutla.
Signifikansi Patroli BKSDA
Upaya BKSDA Kalimantan Selatan ini merupakan bagian dari komitmen menjaga kelestarian alam dan satwa liar di wilayahnya. Dengan patroli rutin, potensi bencana alam yang merusak seperti karhutla dapat diminimalkan, sekaligus memastikan bahwa habitat satwa tetap aman dan berkelanjutan.
Dengan demikian, langkah-langkah konservasi seperti ini sangat penting untuk terus didukung demi menjaga keseimbangan ekosistem hutan yang menjadi rumah bagi berbagai jenis satwa liar di Indonesia.
Artikel ini ditinjau & dipublikasikan oleh Tim Editorial Suara Pecari.










