ASDP Kerahkan 25 Kapal Besar Urai Antrean Ketapang

ASDP Kerahkan 25 Kapal Besar Urai Antrean Ketapang

Suara Pecari, Banyuwangi – PT ASDP Indonesia Ferry (Persero) mengerahkan 25 kapal berkapasitas besar, termasuk tiga kapal bantuan, untuk mengurai antrean kendaraan yang mencapai sekitar 12 kilometer di jalur penyeberangan Ketapang-Gilimanuk, Banyuwangi. Langkah ini diambil sebagai upaya percepatan pelayanan di tengah kondisi operasional yang dinamis dan berkurangnya kapasitas dermaga akibat proyek infrastruktur.

Percepatan Operasional Kapal

Direktur Utama ASDP, Heru Widodo, menyatakan bahwa pengoperasian kapal berkapasitas besar dilakukan secara maksimal dengan dukungan regulator dan pemangku kepentingan. “Kami memaksimalkan pengoperasian kapal berkapasitas besar, termasuk mengerahkan kapal bantuan, untuk mempercepat penguraian kepadatan. Evaluasi dan perbaikan akan terus dilakukan secara berkelanjutan,” ujarnya pada Jumat, 4 September 2026.

Proyek Peningkatan Infrastruktur Dermaga

Kepadatan kendaraan di Pelabuhan Ketapang terjadi bersamaan dengan proyek peningkatan Dermaga 2 Pelabuhan Gilimanuk dan dermaga ponton Pelabuhan Ketapang menjadi dermaga movable bridge (MB) dengan kapasitas hingga 50 ton. Proyek ini bertujuan memperkuat keandalan layanan penyeberangan jangka panjang namun saat ini menyebabkan kapasitas dermaga berkurang sehingga operasi belum optimal.

Skema Operasi Kapal Bantuan

General Manager ASDP Cabang Ketapang, Media Syahrianto, menjelaskan bahwa tiga kapal bantuan dioperasikan dengan skema Tiba-Bongkar-Berangkat (TBB) untuk memperpendek waktu sandar dan meningkatkan produktivitas penyeberangan. Kapal KMP Atayana dan KMP Portlink VII menerapkan pola TBB di Pelabuhan Gilimanuk, sementara KMP Liputan XII di Dermaga LCM. Skema ini membantu mempercepat pelayanan dan mengurangi antrean kendaraan secara bertahap.

Imbauan kepada Pengguna Jasa

ASDP mengimbau pengguna jasa untuk mengantisipasi waktu tempuh yang lebih panjang serta mematuhi arahan petugas selama berada di kawasan pelabuhan. Pengaturan lalu lintas dan pola operasi kapal terus dievaluasi agar antrean dapat berkurang secara bertahap. Media juga memastikan bahwa penumpang yang sudah memiliki tiket tetap akan dilayani meski terjadi penyesuaian jadwal akibat kepadatan.

Dalam situasi force majeure, tiket tidak akan hangus dan tetap berlaku sesuai ketentuan. “Kami memastikan pengguna jasa yang telah memiliki tiket tetap akan dilayani untuk menyeberang dan tidak perlu khawatir tiketnya hangus akibat kondisi ini,” kata Media.

Artikel ini ditinjau & dipublikasikan oleh Tim Editorial Suara Pecari.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *