Hari Giling ke-104, PG Pesantren Baru Kediri Capai 5,4 Juta Kuintal, Optimis Kejar Target 9 Juta
Suara Pecari, Kediri – PG Pesantren Baru menunjukkan kinerja positif dengan berhasil menggiling 5,4 juta kuintal tebu pada hari giling ke-104 musim 2026. Capaian ini memperkuat optimisme pabrik untuk mencapai target akhir musim sebesar 9 juta kuintal.
Kinerja dan Kolaborasi
General Manager PG Pesantren Baru, Sugondo, menyatakan bahwa pencapaian tersebut merupakan hasil kerja sama yang solid antara seluruh pihak, termasuk karyawan dan petani tebu. Pihak pabrik berkomitmen untuk terus meningkatkan performa produksi sekaligus menyerap hasil panen petani secara maksimal.
“Dengan semangat dan kolaborasi karyawan serta petani tebu, kami optimis PG Pesantren Baru bisa menutup target yang sudah dicanangkan ini,” tegas Sugondo.
Pengelolaan Stok dan Suplai
Manajer Tanaman PG Pesantren Baru, Chandra Sukmana, memastikan stok bahan baku tebu tetap terjaga untuk mendukung pencapaian target produksi. Koordinasi dengan petani serta tim Tebang, Muat, dan Angkut (TMA) terus diperkuat guna menjaga kelancaran suplai ke pabrik.
“Kami optimis dan mohon doa restunya,” tambah Chandra.
Strategi Mencapai Target
Dengan sisa masa giling yang masih berjalan, PG Pesantren Baru mengandalkan kolaborasi lintas pihak sebagai kunci untuk mencapai target 9 juta kuintal. Hal ini juga bertujuan memastikan hasil panen petani dapat terserap secara optimal, mendukung kesejahteraan petani dan keberlangsungan produksi gula di wilayah Kediri.
Kontribusi terhadap Ekonomi Lokal
Keberhasilan PG Pesantren Baru dalam mempertahankan produksi tebu pada musim giling ini juga berdampak positif bagi perekonomian lokal. Penyerapan hasil panen petani memberikan dukungan langsung terhadap pendapatan petani tebu dan menciptakan lapangan kerja di sektor pengolahan gula.
Informasi Tambahan
- Musim giling merupakan periode penting dalam produksi gula yang berlangsung secara berkala.
- Target produksi sebesar 9 juta kuintal menunjukkan ambisi PG Pesantren Baru dalam meningkatkan kapasitas dan efisiensi produksi.
- Kerja sama erat antara pabrik dan petani menjadi faktor utama keberhasilan dalam menyerap hasil panen.
Artikel ini ditinjau & dipublikasikan oleh Tim Editorial Suara Pecari.










