Tradingview: Pasar Keuangan Global Terbelah di Tengah Sinyal Hawkish The Fed dan Ketegangan Geopolitik

Tradingview: Pasar Keuangan Global Terbelah di Tengah Sinyal Hawkish The Fed dan Ketegangan Geopolitik

Suara Pecari, Platform analisis pasar terkemuka, Tradingview, mencatat volatilitas tinggi di berbagai aset sepanjang pekan ini. Para trader menggunakan Tradingview untuk memantau pergerakan harga saham bank Australia, minyak mentah, dan Bitcoin yang bergerak berlawanan arah. Data dari Tradingview menunjukkan bahwa indeks saham perbankan Australia, seperti ANZ, NAB, Westpac, dan CBA, masih berada dalam tekanan meskipun sempat menguat di awal Juli. Analis di Tradingview mencatat bahwa broker cenderung memberikan rating ‘sell’ atau ‘hold’ untuk saham-saham tersebut, mengingat ekspektasi penurunan suku bunga yang belum pasti.

Sementara itu, di pasar komoditas, minyak mentah menunjukkan tanda-tanda pemulihan setelah tujuh pekan berturut-turut turun. Grafik di Tradingview memperlihatkan harga minyak mentah berhasil menembus resistance di level $73,04 per barel, didorong oleh keputusan AS yang mencabut izin penjualan minyak Iran. Para analis di Tradingview mengamati bahwa support kuat di dekat garis tren jangka panjang dan Fibonacci retracement 78,6% di $68,81 menjadi katalis utama rebound ini. Namun, mereka memperingatkan bahwa rata-rata pergerakan 200 hari di $74,89 masih menjadi resistance krusial yang harus ditembus.

Di sisi lain, pasar kripto justru tertekan oleh sikap hawkish Federal Reserve. Risalah pertemuan FOMC Juni yang dirilis pada 8 Juli 2026 mengonfirmasi bahwa 9 dari 18 pejabat The Fed memperkirakan setidaknya satu kenaikan suku bunga pada 2026. Bitcoin, yang saat ini diperdagangkan di kisaran $62.966–$63.000, masih rentan terhadap perubahan ekspektasi suku bunga. Indeks Fear & Greed di Tradingview menunjukkan level 23 (Extreme Fear), sementara Sharpe Ratio Bitcoin berada pada level terburuk sejak 2022. Para trader di Tradingview kini mencermati data CPI AS pada 14 Juli sebagai katalis berikutnya.

Ketidakpastian pasar juga tercermin dari pergerakan dolar AS dan imbal hasil obligasi. Data dari Tradingview menunjukkan indeks dolar AS menguat tipis, sementara imbal hasil obligasi pemerintah AS bertenor 10 tahun bergerak fluktuatif. Para investor tampaknya melakukan rotasi ke aset safe haven seperti emas, yang berhasil bertahan di atas support $4.000 setelah rilis CPI yang lebih lemah dari perkiraan.

Di tengah semua dinamika ini, platform Tradingview menjadi alat yang sangat diperlukan bagi para trader ritel maupun institusional. Fitur screening saham, indikator teknikal, dan analisis multi-timeframe di Tradingview membantu mereka mengidentifikasi peluang di tengah kebisingan pasar. Ke depannya, fokus pasar akan tertuju pada rilis data ekonomi AS, keputusan suku bunga bank sentral lainnya, serta perkembangan geopolitik di Timur Tengah yang dapat memicu volatilitas lebih lanjut.

Kesimpulannya, pasar keuangan global saat ini berada dalam fase korektif yang dipengaruhi oleh kebijakan moneter ketat, ketegangan geopolitik, dan pergeseran sentimen investor. Platform seperti Tradingview memberikan transparansi dan alat analisis yang dibutuhkan untuk menavigasi ketidakpastian ini. Para pelaku pasar disarankan untuk terus memantau level-level kunci dan siap menghadapi potensi pergerakan besar dalam beberapa pekan mendatang.

Artikel ini ditinjau & dipublikasikan oleh Tim Editorial Suara Pecari.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *