Aksi Buyback Saham di Tengah Tekanan Pasar: BMRI dan Emiten Lainnya Siap Melangkah
Suara Pecari |
Di tengah tekanan pasar yang berlangsung, sejumlah emiten berencana melakukan aksi buyback saham, termasuk PT Bank Mandiri (Persero) Tbk. (BMRI) yang mengalokasikan dana hingga Rp1,17 triliun untuk buyback dari 30 April 2026 sampai 29 April 2027. Langkah ini diharapkan dapat memberi sinyal positif kepada investor dan memperkuat harga saham emiten di kondisi pasar yang masih tidak menentu.
Sukarno Alatas, seorang analis senior dari Kiwoom Sekuritas Indonesia, menjelaskan bahwa buyback saham biasanya memberikan dampak yang lebih kuat dibandingkan dengan aksi korporasi lainnya seperti stock split. Menurutnya, buyback tidak hanya mengurangi jumlah saham yang beredar, tetapi juga menunjukkan bahwa perusahaan memiliki valuasi yang menarik. Dalam konteks ini, BMRI bersama emiten lain seperti PT Alamtri Resources Indonesia Tbk. (ADRO) dan PT Mitra Keluarga Karyasehat Tbk. (MIKA) menjadi perhatian utama.
ADRO berencana melakukan buyback dengan nilai maksimum Rp4 triliun selama periode 20 April 2026 hingga 20 April 2027. Kinerja keuangan ADRO pada kuartal pertama tahun 2026 menunjukkan pertumbuhan yang solid dengan pendapatan meningkat 23,40% YoY menjadi US$470,91 juta dan laba bersih mencapai US$128,14 juta, naik 67,07% YoY. Sementara itu, MIKA juga melaporkan pertumbuhan yang positif dengan pendapatan bersih Rp1,36 triliun dan laba bersih Rp325,80 miliar pada periode yang sama.
Dalam periode yang sama, BMRI mencatatkan pertumbuhan laba bersih sebesar 16,6% YoY menjadi Rp15,4 triliun, menunjukkan kinerja yang cukup baik di tengah tantangan yang ada. Aksi buyback ini diharapkan dapat mendukung stabilitas harga saham BMRI di bursa.
Data terbaru menunjukkan bahwa setidaknya 28 emiten di Indonesia telah mengumumkan rencana buyback saham. Meski demikian, Sukarno mengingatkan investor untuk tetap selektif dalam memilih saham yang akan dibeli, terutama di tengah volatilitas pasar yang ada. Ia menekankan pentingnya analisis yang cermat terhadap fundamental perusahaan sebelum mengambil keputusan investasi.
Aksi buyback saham diharapkan dapat memberikan dukungan lebih kepada investor, terutama di saat pasar mengalami tekanan. Dalam situasi ini, investor disarankan untuk menganalisis dengan teliti potensi pertumbuhan setiap emiten sebelum melakukan investasi. Dengan berbagai inisiatif yang dilakukan oleh emiten, termasuk BMRI, diharapkan dapat meningkatkan kepercayaan pasar dan menciptakan peluang pertumbuhan yang lebih baik di masa mendatang.
Artikel ini dipublikasikan oleh Suara Pecari.
Tinggalkan Balasan
Anda harus masuk untuk berkomentar.












