Sumatera Terjang Mati Listrik Serentak, Aktivitas Warga Terhambat
Suara Pecari |
Mati lampu serentak melanda sejumlah wilayah di Sumatera, termasuk Aceh, Medan, Palembang, dan Pekanbaru pada Jumat malam, 22 Mei 2026. Pemadaman listrik ini membuat banyak daerah gelap gulita, sehingga mengganggu berbagai aktivitas masyarakat. PT PLN (Persero) menyebutkan bahwa pemadaman tersebut disebabkan oleh gangguan suplai aliran listrik di beberapa lokasi. Warga Palembang, Imam Agung, menyatakan bahwa kondisi gelap gulita ini sangat mengganggu, dan ia mendengar informasi bahwa wilayah Sumatera Selatan juga terdampak. Di Medan, Winda, seorang warga, juga mengonfirmasi terjadinya pemadaman dan menyebutkan kesulitan untuk menghubungi PLN untuk mendapatkan informasi lebih lanjut. Di Jawa Timur, lima kabupaten terpaksa mengalami mati lampu akibat gangguan pada sistem transmisi, yang berdampak pada Kabupaten Bojonegoro, Tuban, Gresik, Lamongan, dan Mojokerto. Pemadaman listrik di wilayah ini dimulai sekitar pukul 20.30 WIB. Manager Komunikasi PLN UID Jawa Timur, Dana Puspita Sari, mengungkapkan bahwa tim teknis telah diterjunkan untuk menyelidiki penyebab gangguan dan memperbaiki sistem kelistrikan yang terpengaruh. Di Riau, dampak dari pemadaman ini juga dirasakan oleh Wali Kota Pekanbaru, Agung Nugroho, yang kehilangan 29 ikan koi peliharaannya akibat mesin kolam yang mati. Ia mengungkapkan bahwa pemadaman listrik tidak hanya mengganggu operasional kota, tetapi juga mengakibatkan kerugian pribadi. Selain itu, pemadaman ini juga membuat banyak warga mengeluh mengenai kerusakan alat elektronik dan lumpuhnya sektor usaha. Agung meminta PLN untuk melakukan evaluasi menyeluruh terhadap sistem kelistrikan di Sumatera agar kejadian serupa tidak terulang. Di Medan, tingkat pemesanan kamar hotel meningkat drastis saat masyarakat mencari tempat tinggal sementara akibat pemadaman. Manajer Karibia Boutique Hotel, Hari, melaporkan bahwa semua kamar terisi penuh, meskipun mereka menghadapi kesulitan dalam mendapatkan bahan bakar untuk genset. Ketua BPD PHRI Sumatera Utara, Melkhy Waas, menyebutkan bahwa akomodasi hotel mengalami peningkatan hingga 100 persen pasca blackout, tetapi diharapkan akan kembali normal setelah pasokan listrik pulih. Keseluruhan situasi ini menunjukkan dampak luas dari pemadaman listrik yang terjadi, mempengaruhi baik kehidupan sehari-hari masyarakat maupun sektor ekonomi. PLN berkomitmen untuk terus memberikan informasi terkini kepada masyarakat mengenai pemulihan sistem kelistrikan.
Artikel ini dipublikasikan oleh Suara Pecari.
Tinggalkan Balasan
Anda harus masuk untuk berkomentar.












