Gempa 3,6 Magnitudo Guncang Kabupaten Jayapura, Satu Dekade Kesadaran Mitigasi Bencana Diperkuat

Gempa 3,6 Magnitudo Guncang Kabupaten Jayapura, Satu Dekade Kesadaran Mitigasi Bencana Diperkuat

Suara Pecari |

Kabupaten Jayapura diguncang gempa berkekuatan 3,6 magnitudo pada Sabtu, 23 Mei 2026, pukul 00:05 WIB. Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) melaporkan bahwa pusat gempa terletak di laut, sekitar 34 kilometer timur laut dari Kabupaten Jayapura, dengan kedalaman 5 kilometer. Meskipun gempa ini terasa di wilayah tersebut, BMKG memastikan bahwa tidak ada potensi tsunami dari kejadian ini. Skala MMI yang dirasakan di Jayapura mencapai level II, yang menunjukkan bahwa guncangan hanya dirasakan oleh beberapa orang dan terekam oleh alat. Dalam sepekan terakhir, BMKG mencatat adanya 22 aktivitas gempa signifikan di Indonesia, menunjukkan bahwa wilayah ini masih aktif secara geologis. Sementara itu, dalam rangka memperingati 20 tahun gempa Yogyakarta dan Jawa Tengah, program edukasi mitigasi bencana di lingkungan sekolah semakin diperkuat. Kementerian Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Kemenko PMK) memimpin kegiatan ini melalui program Satuan Pendidikan Aman Bencana (SPAB) di SMAN 1 Kalasan, Kabupaten Sleman. Edukasi ini bertujuan untuk meningkatkan kesadaran dan kesiapsiagaan siswa serta tenaga pendidik menghadapi potensi bencana, termasuk gempa bumi. Asisten Deputi Pengurangan Risiko Bencana Kemenko PMK, Andre Notohamijoyo, menyatakan bahwa kegiatan ini penting untuk membangun budaya keselamatan di kalangan pelajar. Dalam acara tersebut, peserta diberi materi mengenai prosedur penyelamatan, risiko gempa bumi, serta sistem pelaporan kebencanaan. Dukungan dari berbagai pihak, termasuk sektor swasta, juga hadir untuk memperkuat kapasitas kesiapsiagaan bencana di sekolah. Penghargaan diberikan kepada institusi yang berkomitmen dalam program SPAB, menegaskan pentingnya kolaborasi lintas sektor dalam mempersiapkan masyarakat menghadapi bencana. Dengan adanya pelatihan dan simulasi penanganan bencana, diharapkan generasi mendatang dapat menjadi lebih tanggap dan adaptif terhadap risiko bencana. Melalui rangkaian kegiatan ini, diharapkan masyarakat semakin sadar akan potensi ancaman bencana dan pentingnya mitigasi. Kondisi yang dialami di Jayapura dan langkah-langkah mitigasi yang diterapkan di Yogyakarta menjadi pengingat akan pentingnya kesiapsiagaan bencana di seluruh Indonesia.

Artikel ini dipublikasikan oleh Suara Pecari.

Tinggalkan Balasan