IHSG Menguat Tipis di Tengah Gejolak Global, BEI Perbarui Aturan Konsentrasi Saham

IHSG Menguat Tipis di Tengah Gejolak Global, BEI Perbarui Aturan Konsentrasi Saham

Suara Pecari, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia pada Selasa (14/7/2026) ditutup menguat tipis 1,68 poin atau 0,03 persen ke level 6.039,52. Pergerakan ini terjadi di tengah kombinasi sentimen domestik yang positif dan tekanan dari ketegangan geopolitik global. Para pelaku pasar masih mencermati arah kebijakan suku bunga global serta dinamika Timur Tengah yang mempengaruhi sentimen risiko.

Menurut Associate Director of Research and Investment Pilarmas Investindo Sekuritas, Maximilianus Nico Demus, penguatan IHSG ditopang oleh pengumuman S&P Global Ratings yang mengafirmasi Sovereign Credit Rating Indonesia pada peringkat BBB dengan outlook stabil. Hal ini mencerminkan kepercayaan internasional terhadap stabilitas makroekonomi dan komitmen pemerintah menjaga defisit fiskal di bawah 3 persen. “Rating outlook stabil menunjukkan bagaimana terjaganya kepercayaan pemangku kepentingan internasional terhadap stabilitas makroekonomi dan prospek pertumbuhan ekonomi Indonesia yang tetap solid,” ujar Nico.

Di sisi lain, tekanan datang dari pernyataan Presiden AS Donald Trump yang akan memberlakukan kembali blokade terhadap pengiriman Iran melalui Selat Hormuz. Trump juga mengumumkan pungutan 20 persen pada kargo yang melintasi Selat Hormuz, yang mendorong kenaikan harga minyak dan meningkatkan ketidakpastian global. Bursa Asia dan global tertekan oleh sentimen ini, namun IHSG berhasil bertahan di zona hijau berkat fundamental domestik yang kuat.

Sementara itu, Bursa Efek Indonesia (BEI) mengumumkan pembaruan metodologi pengawasan saham melalui penerapan instrumen price impact ratio untuk emiten berkapitalisasi besar. Direktur Utama BEI, Jeffrey Hendrik, menjelaskan bahwa kebijakan ini menambahkan 37 saham baru ke dalam kriteria High Shareholding Concentration (HSC), sehingga total menjadi 51 saham. Saham-saham tersebut dikecualikan dari perhitungan indeks utama bursa demi menjaga kredibilitas dan efisiensi perdagangan. “Ini adalah bagian dari reformasi berkelanjutan yang terus kami lakukan untuk memastikan transaksi yang teratur, wajar, dan efisien,” tegas Jeffrey.

Dari sisi perdagangan, volume transaksi mencapai 37,59 miliar saham dengan nilai Rp16,82 triliun. Sebanyak 422 saham menguat, 206 saham melemah, dan 165 saham stagnan. IHSG bergerak di rentang 6.002,90 hingga 6.095,01, menunjukkan volatilitas yang masih tinggi. Indeks LQ45 justru turun 0,58 persen ke posisi 598,89, mengindikasikan investor lebih selektif pada saham-saham berkapitalisasi besar.

Ke depan, pasar masih menunggu katalis lebih kuat, baik dari kebijakan moneter global maupun perkembangan geopolitik. Kombinasi sentimen domestik yang solid dan reformasi bursa diharapkan dapat menjaga Indeks Harga Saham Gabungan tetap stabil. Meski demikian, investor diimbau tetap waspada terhadap potensi tekanan eksternal yang dapat mempengaruhi pergerakan IHSG dalam jangka pendek.

Artikel ini ditinjau & dipublikasikan oleh Tim Editorial Suara Pecari.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *