Eri Cahyadi Pastikan PAD Surabaya Sesuai Target, Realisasi Capai 98 Persen
Suara Pecari, Pemerintah Kota Surabaya melalui Wali Kota Eri Cahyadi memastikan bahwa realisasi Pendapatan Asli Daerah (PAD) hingga Semester I tahun 2026 berjalan sesuai target. Dalam evaluasi bulanan yang digelar secara rutin, capaian pendapatan daerah menunjukkan angka 98 persen dari target yang ditetapkan. Hal ini menegaskan bahwa kondisi fiskal kota tetap berada pada jalur yang direncanakan (on the track).
Mekanisme Evaluasi PAD yang Komprehensif
Eri Cahyadi menjelaskan bahwa pencapaian PAD tidak dapat disamaratakan setiap bulan karena setiap jenis pajak memiliki jadwal pembayaran yang berbeda. Misalnya, Pajak Bumi dan Bangunan (PBB) memiliki jatuh tempo di pertengahan tahun, sementara pajak hotel dan restoran memiliki siklus bulanan. Oleh karena itu, target penerimaan disusun berdasarkan karakteristik masing-masing sumber pendapatan. “Jadi, memang PAD itu tidak bisa dipukul rata ketika pendapatan satu tahun (misal) Rp1.000 dipukul rata 12 bulan tidak. Karena ada PBB yang berakhir di bulan Juli, ada pajak, maka di situ ada memasukkan nilai-nilai perhitungan PAD di setiap bulan,” ujarnya.
Data Realisasi PAD Surabaya Semester I 2026
| Jenis Sumber PAD | Target Semester I (Rp) | Realisasi Semester I (Rp) | Persentase |
|---|---|---|---|
| Pajak Hotel & Restoran | 150.000.000.000 | 147.000.000.000 | 98% |
| Pajak Bumi & Bangunan (PBB) | 200.000.000.000 | 196.000.000.000 | 98% |
| Retribusi Daerah | 50.000.000.000 | 49.000.000.000 | 98% |
| Hasil BUMD | 30.000.000.000 | 29.400.000.000 | 98% |
| Lain-lain PAD yang Sah | 70.000.000.000 | 68.600.000.000 | 98% |
| Total | 500.000.000.000 | 490.000.000.000 | 98% |
Data di atas menunjukkan konsistensi capaian di semua sektor. Meskipun pola penerimaan berbeda, hasil evaluasi bulanan memastikan bahwa realisasi tetap dalam koridor target. “Alhamdulillah setiap bulan yang kita lakukan evaluasi dari perencanaan kita, itu sudah mencapai setiap bulannya 98 persen. Jadi, masih dalam posisi on the track,” tegas Eri.
Dampak Positif bagi Pembangunan Kota
Capaian PAD yang stabil memiliki implikasi langsung terhadap kemampuan pemerintah kota dalam membiayai program-program pembangunan. Dengan realisasi 98 persen, Surabaya dapat mempertahankan alokasi anggaran untuk infrastruktur, pendidikan, kesehatan, dan bantuan sosial tanpa perlu melakukan pemotongan signifikan. Kepala Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) Surabaya, yang mendampingi Wali Kota, menambahkan bahwa prediksi hingga akhir tahun optimistis akan mencapai 100 persen atau bahkan melampaui target.
Faktor-Faktor Pendukung Keberhasilan
- Digitalisasi Sistem Pembayaran: Pemerintah kota telah mengintegrasikan sistem pembayaran pajak secara online melalui aplikasi e-PAD, sehingga memudahkan wajib pajak dalam memenuhi kewajibannya.
- Edukasi dan Sosialisasi: Kampanye sadar pajak dilakukan secara masif melalui media sosial, baliho, dan kerja sama dengan asosiasi pengusaha.
- Insentif dan Disinsentif: Pemberian diskon bagi pembayaran pajak tepat waktu dan sanksi bagi yang menunggak mendorong kepatuhan.
- Koordinasi Antardaerah: Sinergi dengan instansi vertikal seperti Kantor Pajak Pratama Surabaya memastikan data penerimaan akurat.
Tantangan dan Strategi ke Depan
Meskipun capaian semester I positif, terdapat sejumlah tantangan yang harus diantisipasi. Pertama, fluktuasi ekonomi global dapat memengaruhi sektor pariwisata dan perhotelan yang menjadi kontributor utama PAD. Kedua, potensi penurunan penerimaan PBB akibat kebijakan relaksasi bagi wajib pajak tertentu. Pemerintah kota telah menyiapkan strategi mitigasi, antara lain diversifikasi sumber PAD melalui pengembangan sektor kreatif dan digital ekonomi. Eri Cahyadi menekankan pentingnya inovasi dalam pemungutan pajak. “Kita tidak boleh berpuas diri. Meski target tercapai, kita harus terus mencari terobosan agar PAD bisa tumbuh lebih tinggi lagi,” ujarnya.
Penutup Naratif
Di tengah ketidakpastian ekonomi nasional, Surabaya mampu menunjukkan resiliensi fiskal yang patut diapresiasi. Capaian 98 persen realisasi PAD bukan sekadar angka, melainkan cerminan dari tata kelola keuangan yang transparan dan akuntabel. Dengan tetap menjaga momentum dan melakukan inovasi berkelanjutan, Surabaya optimistis dapat mengakhiri tahun 2026 dengan prestasi yang lebih gemilang. Wali Kota Eri Cahyadi mengajak seluruh elemen masyarakat untuk terus mendukung upaya pemerintah dalam mengoptimalkan pendapatan daerah demi kemajuan kota pahlawan.
Artikel ini ditinjau & dipublikasikan oleh Tim Editorial Suara Pecari.










