Jero Puri Terapkan Riset Pasar lewat Telepon ke Pelanggan
Suara Pecari, Di era digital yang serba instan, strategi pemasaran personal justru menjadi senjata ampuh bagi pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) untuk memenangkan hati konsumen. Hal ini dibuktikan oleh Ni Wayan Resiani, atau yang akrab disapa Jero Puri, pemilik UMKM Puri Lestari di Tohpati, Denpasar Timur. Alih-alih mengandalkan survei online atau formulir digital, Jero Puri memilih metode yang lebih tradisional namun berdampak besar: menelepon langsung para pelanggannya setelah mereka menjalani terapi masase. Langkah ini bukan sekadar basa-basi, melainkan bagian dari riset pasar yang sistematis untuk memahami kebutuhan konsumen secara mendalam.
Metode Unik Riset Pasar: Telepon Pasca-Layanan
Setiap kali seorang pasien selesai menjalani terapi pijat di tempatnya, Jero Puri tidak membiarkan mereka per begitu saja. Dalam waktu satu hingga dua hari setelah kunjungan, ia akan menghubungi pasien tersebut melalui telepon. Tujuannya jelas: menanyakan perkembangan kesehatan mereka, terutama terkait efek penggunaan sabun herbal dan minyak masase buatan sendiri yang telah digunakan selama terapi. “Setiap pasien yang selesai memanfaatkan jasa pijat selalu saya hubungi kembali via telepon untuk menanyakan bagaimana perkembangan kesehatan mereka setelah menggunakan sabun herbal Puri Lestari,” ujar Jero Puri dalam program Teras UMKM di Pro 4 RRI Denpasar, Rabu, 8 Juli 2026.
Metode ini merupakan bentuk pelayanan purna jual (post-sales service) yang inovatif. Dengan berinteraksi secara langsung, Jero Puri dapat menggali informasi kualitatif yang tidak mungkin diperoleh dari kuesioner standar. Ia bisa mendeteksi apakah formula sabun atau minyaknya cocok dengan kondisi kulit pelanggan, apakah ada efek samping, atau justru memberikan hasil yang memuaskan. Data ini kemudian menjadi acuan untuk menyempurnakan produk. Hasilnya, risiko produk tidak laku atau dikembalikan (retur) dapat diminimalkan secara signifikan.
| Aspek | Metode Tradisional (Survei Online) | Metode Jero Puri (Telepon) |
|---|---|---|
| Interaksi | Satu arah, impersonal | Dua arah, personal |
| Kedalaman Data | Terbatas pada pilihan ganda | Kualitatif, mendetail |
| Tingkat Respons | Rendah (20-30%) | Tinggi (hampir 100%) |
| Biaya | Rendah (gratis jika platform sendiri) | Biaya pulsa telepon |
| Dampak Loyalitas | Sedang | Tinggi (pelanggan merasa diperhatikan) |
Kunci Sukses: Kedekatan Emosional dengan Konsumen
Bagi Jero Puri, riset pasar bukan sekadar mengumpulkan data, melainkan membangun hubungan. “Kedekatan emosional dengan konsumen merupakan modal utama dalam mengunci target pasar yang tepat,” tegasnya. Dengan menelepon, ia tidak hanya mendapatkan umpan balik produk, tetapi juga menunjukkan kepedulian. Pelanggan merasa dihargai, bukan sekadar objek bisnis. Akibatnya, loyalitas terhadap merek Puri Lestari semakin kuat. Banyak pelanggan yang kemudian menjadi pelanggan tetap dan merekomendasikan produk kepada orang lain.
Perjalanan Bisnis: Dari Jamur Tiram ke Herbal Masase
Sikap ulet dan kebiasaan membaca peluang pasar secara jeli sebenarnya telah terbentuk sejak awal mula Jero Puri merintis usaha. Pada tahun 2012, ia memulai bisnis kuliner jamur tiram dengan modal sangat terbatas. Saat itu, ia hanya berani memproduksi sepuluh buah media tanam (log) jamur. Namun, berkat kerja keras dan strategi pemasaran yang tepat, usahanya berkembang pesat hingga mencapai puluhan ribu unit log.
Keberhasilan ekspansi bisnis masa lalu tidak lepas dari peran anak-anaknya yang ikut membantu proses produksi dan pemasaran. Mereka membantu menggoreng jamur crispy dan memasarkannya secara langsung ke area sekolah dan kampus-kampus di Bali. Kerja sama yang solid di internal keluarga ini berhasil mengubah usaha skala rumahan menjadi bisnis yang mengelola tiga puluh ribu log bibit jamur tiram, yang tersebar di dua lokasi budidaya berbeda. Meskipun saat ini lini bisnis kulinernya sudah beralih ke sistem pesanan khusus karena dampak pandemi, Jero Puri menegaskan bahwa pengalaman mengelola perputaran barang dalam jumlah besar telah membentuk mental bisnisnya menjadi lebih matang.
Pelajaran dari Bisnis Jamur: Pemetaan Pasar dan Kerja Sama Keluarga
“Pengalaman mengedarkan jamur hingga ke lingkungan kampus mengajarkan saya bahwa pemetaan pasar yang tepat, dan bantuan tenaga kerja terdekat, adalah kunci utama untuk membesarkan sebuah usaha,” ucap Jero Puri. Prinsip inilah yang kemudian ia terapkan pada bisnis herbal masase. Ia memetakan segmen pelanggan berdasarkan jenis terapi yang mereka jalani, kemudian menyesuaikan produk sabun dan minyak yang ditawarkan. Dengan melibatkan keluarga dalam proses produksi dan distribusi, biaya operasional dapat ditekan, sekaligus mempererat ikatan kekeluargaan.
Dampak dan Implikasi bagi UMKM di Indonesia
Kisah Jero Puri memberikan inspirasi bagi pelaku UMKM lainnya, terutama di sektor jasa dan produk kesehatan. Metode riset pasar via telepon ini sangat relevan bagi UMKM dengan basis pelanggan yang tidak terlalu besar, sehingga personalisasi masih memungkinkan. Beberapa dampak dan implikasi dari strategi ini antara lain:
- Peningkatan Kualitas Produk: Umpan balik langsung memungkinkan perbaikan formula secara cepat dan tepat.
- Efisiensi Biaya Pemasaran: Biaya telepon jauh lebih murah dibandingkan iklan digital atau survei berbayar.
- Loyalitas Pelanggan yang Kuat: Pelanggan yang merasa didengarkan cenderung setia dan melakukan pembelian ulang.
- Minimnya Risiko Produk Gagal: Dengan mengetahui preferensi konsumen secara akurat, produk yang tidak laku dapat diminimalkan.
- Model Bisnis yang Adaptif: Metode ini dapat diterapkan pada berbagai sektor, seperti kuliner, fashion, atau jasa lainnya.
Pemerintah dan lembaga pendukung UMKM dapat mendorong adopsi metode serupa dengan memberikan pelatihan tentang teknik komunikasi efektif dan manajemen hubungan pelanggan. Selain itu, kisah Jero Puri juga menunjukkan bahwa keterbatasan modal bukanlah halangan untuk berinovasi. Yang terpenting adalah kemauan untuk mendengarkan pelanggan dan kemampuan membaca peluang.
Penutup: Sebuah Cermin bagi Pelaku Usaha Modern
Di tengah gempuran teknologi dan algoritma, Jero Puri mengingatkan kita bahwa sentuhan personal tetap menjadi elemen kunci dalam bisnis. Metode riset pasar lewat telepon yang ia terapkan bukan sekadar strategi, melainkan filosofi: bahwa setiap pelanggan adalah mitra, bukan objek. Dengan pendekatan yang humanis dan konsisten, ia berhasil membangun usaha yang tidak hanya menguntungkan secara finansial, tetapi juga memiliki dampak sosial yang positif. Bagi UMKM di seluruh Indonesia, kisah Jero Puri adalah bukti bahwa kesuksesan tidak selalu dimulai dari modal besar, melainkan dari keberanian untuk mendekatkan diri pada pasar, satu telepon demi satu telepon.
Artikel ini ditinjau & dipublikasikan oleh Tim Editorial Suara Pecari.










