Suhu Hari Ini Tembus 35 Derajat Celsius, Waspada Embun Beku di Merbabu dan Kulit Breakout
Suara Pecari, Suhu hari ini di sejumlah wilayah Indonesia menunjukkan angka yang ekstrem. Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memprakirakan cuaca Jakarta pada Selasa (14/7/2026) cerah hingga cerah berawan sepanjang hari. Suhu udara diperkirakan berada pada rentang 25 hingga 35 derajat Celsius dengan tingkat kelembapan 35-81 persen. Kondisi serupa juga terjadi di berbagai daerah, memicu fenomena alam dan dampak kesehatan yang perlu diwaspadai.
Di kawasan pegunungan, suhu hari ini justru menunjukkan kontras yang tajam. Balai Taman Nasional Gunung Merbabu (BTNGMb) melaporkan bahwa puncak Gunung Merbabu mengalami embun beku dengan suhu mencapai minus 1 derajat Celsius. Fenomena bediding ini terjadi akibat penurunan suhu ekstrem pada musim kemarau, terutama pada malam hingga dini hari. Petugas memantau suhu di Pos Sabana 1 pada 9-10 Juli 2026, di mana pada pukul 20.00 WIB suhu tercatat 6 derajat Celsius, lalu turun drastis menjadi -1 derajat Celsius pada pukul 05.30 WIB. Kondisi ini berpotensi memicu hipotermia bagi pendaki yang tidak melakukan persiapan matang. BMKG memperkirakan fenomena ini akan berlangsung hingga September 2026.
Sementara itu, suhu hari ini yang panas juga berdampak pada kesehatan kulit. American Academy of Dermatology Association mengungkapkan bahwa cuaca panas dapat memicu breakout karena peningkatan produksi minyak dan bakteri yang menyumbat pori-pori. Perbedaan suhu ekstrem antara luar ruangan dan ruang ber-AC menyebabkan kulit kering dan iritasi. Biang keringat juga sering muncul akibat kelenjar keringat tersumbat. Untuk mengatasinya, dermatolog menyarankan untuk mengeringkan keringat dengan handuk bersih tanpa mengusap, menggunakan produk non-comedogenic, rutin mandi, memakai sunscreen, serta mengenakan pakaian longgar berbahan katun.
Di sisi lain, suhu hari ini yang menyengat membuat banyak orang mencari solusi pendingin ruangan. Air cooler menjadi alternatif hemat energi dibanding AC. Alat ini bekerja dengan prinsip penguapan air, mampu menurunkan suhu hingga 11 derajat Celsius di daerah panas dan kering. Konsumsi dayanya hanya seperempat dari AC sentral, sehingga cocok untuk rumah tangga yang ingin tetap sejuk tanpa tagihan listrik membengkak.
Tak hanya soal suhu, aktivitas sehari-hari seperti menanak nasi juga dipengaruhi oleh suhu lingkungan. Meski tidak langsung terkait, memahami waktu ideal memasak nasi—yang berkisar 15-45 menit tergantung jenis beras dan alat—tetap penting untuk efisiensi energi di dapur.
Kesimpulannya, suhu hari ini yang beragam—dari panas terik di Jakarta hingga dingin ekstrem di Merbabu—menuntut kewaspadaan ekstra. Masyarakat disarankan untuk memantau prakiraan cuaca, menjaga kesehatan kulit, dan menggunakan pendingin ruangan yang efisien. Dengan persiapan yang tepat, dampak negatif suhu ekstrem dapat diminimalkan.
Artikel ini ditinjau & dipublikasikan oleh Tim Editorial Suara Pecari.









