BPBD Muba Catat 179 Titik Panas, BPBD Muba Perkuat Mitigasi
Suara Pecari, Musi Banyuasin – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Musi Banyuasin mencatat sebanyak 179 titik panas terdeteksi sepanjang periode 1 Januari hingga 13 Juli 2026. Lonjakan signifikan ini mendorong pemerintah daerah untuk memperkuat kesiapsiagaan dalam menghadapi potensi kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang kerap melanda wilayah tersebut pada musim kemarau.
Data Titik Panas Berdasarkan Kecamatan
Berdasarkan data dari BRIN Fire Hotspot, Kecamatan Batang Hari Leko menjadi wilayah dengan titik panas terbanyak, yakni 35 titik. Disusul oleh Sungai Keruh dengan 25 titik, Lais 24 titik, Tungkal Jaya 23 titik, Bayung Lencir 16 titik, dan Sekayu 13 titik. Total titik panas yang tercatat di enam kecamatan tersebut mencapai 136 titik, atau sekitar 76% dari total keseluruhan.
| Kecamatan | Jumlah Titik Panas |
|---|---|
| Batang Hari Leko | 35 |
| Sungai Keruh | 25 |
| Lais | 24 |
| Tungkal Jaya | 23 |
| Bayung Lencir | 16 |
| Sekayu | 13 |
| Total 6 Kecamatan | 136 |
Kecamatan lainnya yang juga terpantau memiliki titik panas antara lain Babat Toman, Sanga Desa, dan Plakat Tinggi, meskipun jumlahnya lebih sedikit. Data ini menjadi acuan bagi BPBD untuk memprioritaskan langkah mitigasi di wilayah-wilayah rawan.
Langkah Mitigasi yang Diperkuat
Menanggapi peningkatan titik panas, BPBD Musi Banyuasin bersama instansi terkait seperti Manggala Agni, TNI, Polri, dan dinas lingkungan hidup terus memantau perkembangan melalui citra satelit dan patroli lapangan. Pemeriksaan langsung dilakukan di setiap lokasi yang terdeteksi memiliki titik panas untuk memastikan kondisi di lapangan. Staf Pusat Pengendalian Operasi Penanggulangan Bencana BPBD Musi Banyuasin, Rivo Handoko, menyatakan bahwa kesiapsiagaan ditingkatkan selama musim kemarau. “Kami terus memantau perkembangan titik panas dan melakukan langkah pencegahan bersama seluruh pihak agar tidak berkembang menjadi kebakaran hutan dan lahan,” ujarnya, Kamis (14/7/2026).
Beberapa langkah konkret yang telah dilakukan antara lain:
- Peningkatan frekuensi patroli darat dan udara di wilayah rawan karhutla.
- Sosialisasi kepada masyarakat tentang larangan membuka lahan dengan cara membakar.
- Penyiapan posko siaga bencana di setiap kecamatan.
- Pengadaan peralatan pemadam api seperti pompa air, selang, dan alat pelindung diri.
- Kerja sama dengan perusahaan perkebunan untuk menyediakan sumber air dan akses jalan.
Dampak dan Implikasi bagi Masyarakat dan Lingkungan
Peningkatan titik panas di Musi Banyuasin tidak hanya mengancam kelestarian hutan dan lahan, tetapi juga berdampak langsung pada kesehatan masyarakat. Kabut asap akibat karhutla dapat menyebabkan gangguan pernapasan, iritasi mata, dan menurunkan kualitas hidup. Selain itu, kebakaran lahan gambut yang sulit dipadamkan berpotensi melepaskan karbon dalam jumlah besar, memperburuk perubahan iklim. Dari sisi ekonomi, karhutla dapat mengganggu aktivitas pertanian, perkebunan, dan transportasi. Hingga pertengahan Juli 2026, luas lahan terbakar di Musi Banyuasin mencapai 36,39 hektare. Meskipun angka ini masih tergolong kecil, tren peningkatan titik panas perlu diwaspadai.
Imbauan kepada Masyarakat
BPBD mengimbau masyarakat untuk tidak membuka lahan dengan cara membakar selama musim kemarau. Kondisi cuaca kering dan angin kencang dapat mempercepat penyebaran api, sehingga kebakaran kecil pun dapat meluas dengan cepat. “Kami mengajak masyarakat segera melaporkan apabila menemukan titik api atau tanda-tanda kebakaran sehingga penanganan dapat dilakukan lebih cepat,” kata Rivo Handoko. Masyarakat dapat melaporkan kejadian melalui call center BPBD di nomor 112 atau langsung ke kantor desa setempat.
Penutup
Musim kemarau tahun 2026 menjadi ujian bagi kesiapsiagaan BPBD Musi Banyuasin dan seluruh pemangku kepentingan. Dengan 179 titik panas yang tercatat, kolaborasi antara pemerintah, swasta, dan masyarakat menjadi kunci untuk mencegah bencana karhutla yang lebih luas. Semoga langkah mitigasi yang telah dan akan dilakukan mampu menjaga Musi Banyuasin tetap hijau, bersih, dan aman dari asap.
Artikel ini ditinjau & dipublikasikan oleh Tim Editorial Suara Pecari.










