IHSG Sesi 1 Turun 0,11 Persen ke Level 6.660,79

IHSG Sesi 1 Turun 0,11 Persen ke Level 6.660,79

Suara Pecari – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mengalami penurunan tipis sebesar 0,11 persen pada sesi pertama perdagangan Senin, 4 September 2026. IHSG ditutup pada level 6.660,79, melemah 7,1 poin dari posisi sebelumnya.

Pergerakan IHSG dan Aktivitas Pasar

Pada awal perdagangan hari ini, IHSG sempat mengalami penurunan tajam hingga 5,03 persen atau 418,75 poin ke level 7.910,85 dalam waktu 17 menit setelah pembukaan pasar. Namun, penurunan ini mereda hingga menutup sesi pertama dengan pelemahan yang lebih moderat.

Nilai transaksi tercatat sebesar Rp 8,28 triliun dengan volume transaksi mencapai 21,91 miliar lembar saham dan frekuensi transaksi sebanyak 1,21 juta kali. Aktivitas perdagangan yang cukup tinggi ini mencerminkan dinamika pasar yang tetap aktif meskipun IHSG melemah.

Kinerja Saham Top Gainers dan Losers

Beberapa saham mengalami kenaikan signifikan, antara lain:

  • SURE (Super Energy) naik 650 poin (24,71%) ke level 3.280
  • AKSI (Mineral Sumberdaya Mandiri) naik 64 poin (24,62%) ke level 324
  • ABDA (Asuransi Bina Dana Arta) naik 970 poin (24,31%) ke level 4.960
  • VRNA (Mizuho Leasing Indonesia) naik 17 poin (17,17%) ke level 116
  • UANG (Pakuan) naik 510 poin (15,89%) ke level 3.720

Di sisi lain, saham yang mengalami penurunan terbesar adalah:

  • PTSP (Pioneerindo Gourmet International) turun 245 poin (14,98%) ke level 1.390
  • MDIA (Intermedia Capital) turun 36 poin (14,29%) ke level 216
  • UDNG (Agro Bahari Nusantara) turun 105 poin (9,72%) ke level 975
  • LOPI (Logisticsplus International) turun 5 poin (6,85%) ke level 68
  • YPAS (Yanaprima Hastapersada) turun 85 poin (5,52%) ke level 1.455

Saham dengan Nilai dan Volume Transaksi Tertinggi

Berikut saham dengan nilai transaksi terbesar:

  • BULL (Buana Lintas Lautan) senilai Rp601,25 miliar
  • BBCA (Bank Central Asia) senilai Rp312,78 miliar
  • CUAN (Petrindo Jaya Kreasi) senilai Rp302,76 miliar
  • BBRI (Bank Rakyat Indonesia) senilai Rp283,43 miliar
  • TINS (Timah) senilai Rp276,57 miliar

Adapun saham dengan volume transaksi tertinggi adalah:

  • COCO (Wahana Interfood Nusantara) sebanyak 16,71 juta lembar
  • BULL (Buana Lintas Lautan) sebanyak 13,05 juta lembar
  • SQMI (Wilton Makmur Indonesia) sebanyak 12,30 juta lembar
  • IATA (Karya Pacific Energy) sebanyak 9,73 juta lembar
  • BUMI (Bumi Resources) sebanyak 9,05 juta lembar

Kondisi Nilai Tukar Rupiah dan Bursa Saham Asia

Nilai tukar rupiah pada perdagangan hari ini menguat 35 poin atau 0,20 persen ke level Rp 17.644 per dolar AS, berdasarkan data Bloomberg. Penguatan rupiah ini dapat memberikan sentimen positif terhadap pasar saham domestik.

Di pasar saham Asia, indeks utama juga menunjukkan tren positif sebagai berikut:

  • Nikkei 225 (Jepang) naik 0,99% ke level 64.858
  • Hang Seng (Hong Kong) naik 2,01% ke level 25.727
  • SSE Composite (China) naik 0,35% ke level 3.955,85
  • Straits Times (Singapura) naik 1,11% ke level 5.811,97

Analisis dan Implikasi

Pelemahan IHSG pada sesi pertama perdagangan ini menunjukkan adanya tekanan jual meski masih dalam batas moderat. Aktivitas transaksi yang tinggi dan penguatan rupiah dapat menjadi indikator bahwa pasar masih cukup dinamis dan berpotensi berbalik arah seiring berjalannya sesi perdagangan berikutnya.

Investor perlu memantau perkembangan global dan domestik yang dapat mempengaruhi sentimen pasar, termasuk data ekonomi dan kebijakan moneter yang sedang berjalan. Kinerja saham-saham unggulan dan sektor strategis juga akan menjadi fokus utama untuk menentukan tren pasar selanjutnya.

Artikel ini ditinjau & dipublikasikan oleh Tim Editorial Suara Pecari.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *