Rp11,6 Triliun, Pabrik BYD Lokal Diresmikan di Subang

Rp11,6 Triliun, Pabrik BYD Lokal Diresmikan di Subang

Suara Pecari, Subang – Pabrik perakitan mobil BYD resmi diresmikan di Subang Smartpolitan Industrial Park, Kabupaten Subang, Jawa Barat, dengan nilai investasi mencapai Rp11,6 triliun. Fasilitas ini diharapkan dapat memenuhi komitmen investasi BYD dalam program insentif pemerintah serta mendukung transformasi kendaraan di Indonesia.

Fasilitas dan Kapasitas Produksi

Pabrik yang dikelola oleh PT BYD Auto Indonesia ini berdiri di atas lahan seluas 126 hektar dan melibatkan sekitar 5.000 pekerja lokal. Jika beroperasi penuh, jumlah tenaga kerja dapat meningkat hingga lebih dari 20.000 orang. Pabrik ini memiliki kapasitas produksi maksimal hingga 150.000 unit kendaraan per tahun dengan proses manufaktur mencakup stamping, welding, painting, dan assembly.

Model dan Tingkat Komponen Dalam Negeri

Model pertama yang diproduksi di pabrik ini adalah BYD M6 DM yang memiliki Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN) lebih dari 40 persen. Hal ini menunjukkan komitmen BYD untuk memperkuat ekosistem kendaraan listrik di Indonesia melalui peningkatan penggunaan komponen lokal.

Signifikansi Investasi dan Dampak Ekonomi

Menurut Liu Xueliang, Vice President BYD Co., Ltd., peresmian pabrik ini merupakan tonggak penting tidak hanya bagi perusahaan, tetapi juga bagi pemerintah Indonesia dalam mendukung percepatan transformasi kendaraan menuju energi baru. BYD sendiri telah berhenti memproduksi kendaraan berbahan bakar bensin dan diesel sejak 2022 dan fokus pada New Energy Vehicle dengan penjualan global mencapai 4,6 juta unit pada 2025 dan total 17,8 juta kendaraan hingga Agustus 2026.

Menteri Perindustrian Agus Gumiwang menyatakan bahwa keputusan BYD membangun fasilitas di Jawa Barat tepat mengingat pertumbuhan ekonomi provinsi yang mencapai 5,73 persen year on year. Peresmian ini bertepatan dengan lonjakan penjualan mobil listrik di Indonesia dan diharapkan menjadi momentum penguatan komponen dalam negeri serta ekosistem kendaraan listrik secara menyeluruh.

Harapan Pemerintah dan Prospek Ke Depan

Pemerintah berharap investasi BYD tidak hanya berhenti pada pembangunan pabrik, tetapi juga dapat meluas ke berbagai aspek ekosistem kendaraan listrik, termasuk pengembangan komponen, teknologi, dan infrastruktur pendukung lainnya. Dengan kapasitas produksi yang besar dan tenaga kerja lokal yang signifikan, pabrik BYD di Subang diharapkan dapat mendorong pertumbuhan industri otomotif nasional dan mempercepat adopsi kendaraan listrik di Indonesia.

Artikel ini ditinjau & dipublikasikan oleh Tim Editorial Suara Pecari.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *