Setu Cilodong Makin Dangkal, Sampah dan Lumpur Mengepung dari Berbagai Penjuru
Suara Pecari, Depok – Setu Cilodong, yang terletak di Jalan Abdul Gani, Kecamatan Cilodong, Depok, Jawa Barat, kini mengalami kondisi yang mengkhawatirkan. Permukaan air di setu tersebut menyusut drastis dan tepiannya berubah menjadi tanah berlumpur yang bercampur dengan sampah, menimbulkan bau tidak sedap dan mengganggu kenyamanan lingkungan.
Kondisi Lingkungan Setu Cilodong
Kunjungan pada Kamis (3 September 2026) menunjukkan tumpukan sampah dan endapan lumpur yang mengelilingi Setu Cilodong dari berbagai arah. Di beberapa bagian, endapan lumpur menumpuk hingga menyebabkan area tersebut mengering. Meskipun demikian, aktivitas warga di sekitar setu masih berlangsung, seperti bersantai, berdagang, dan memancing.
Usep, seorang pedagang yang sudah tinggal di sekitar Setu Cilodong sejak 2022, mengungkapkan bahwa dulu setu ini ramai dikunjungi wisatawan dan terdapat aktivitas bebek-bebekan. Namun, kini kondisi setu yang kotor dan penuh sampah membuat aktivitas wisata menurun drastis.
Dampak Sampah dan Lumpur bagi Warga
Kelompok pemancing di Setu Cilodong, termasuk Usep, berupaya melestarikan perikanan dengan menebar ikan. Namun, meski terlihat bersih secara kasat mata, di dasar setu masih banyak sampah yang mengendap. Memet, pemancing lain, mengaku tetap nyaman memancing di setu tersebut dan yakin ikan yang didapat masih aman untuk dikonsumsi.
Permasalahan Sedimentasi dan Sampah
Deni, petugas operasional dari Balai Besar Wilayah Sungai Ciliwung Cisadane (BBWSCC), menyatakan bahwa sedimentasi lumpur di Setu Cilodong telah mencapai sekitar 30 persen, yang terus bertambah sejak tahun 2024. Pengerukan terakhir dilakukan pada 2019 dan belum ada kegiatan serupa setelahnya. Sampah yang terbawa dari aliran air sungai dan hujan memperparah kondisi endapan lumpur di setu.
Selain itu, pembuangan sampah sembarangan oleh masyarakat sekitar juga menjadi faktor utama penumpukan sampah di setu. Pengawasan petugas tidak dapat dilakukan sepanjang waktu, sehingga keterlibatan pemerintah daerah dan masyarakat sangat dibutuhkan.
Upaya Pembersihan dan Rencana Pengerukan
Kepala Regu PUPR Kecamatan Cilodong, Andi, menjelaskan bahwa saat ini petugas masih melakukan pembersihan dengan mengangkat tanaman teratai dan sampah menggunakan perahu untuk kemudian dibuang ke tempat pembuangan akhir. Namun, pembersihan ini belum menyelesaikan persoalan sedimentasi lumpur yang menumpuk.
Andi menyebut bahwa pengajuan pengerukan sudah dilakukan, namun belum terealisasi karena alat berat dan operator masih digunakan di lokasi lain. Rencana pengerukan diperkirakan akan dilakukan dalam satu tahun ke depan, namun terdapat kendala dalam mencari lokasi pembuangan sedimen hasil pengerukan.
Pentingnya Peran Masyarakat dan Pemerintah
Andi menegaskan bahwa penanganan sampah tidak dapat hanya mengandalkan petugas kebersihan. Perilaku masyarakat yang tinggal di sekitar bantaran sungai dan inlet yang mengalir ke Setu Cilodong perlu diubah agar tidak membuang sampah sembarangan. Keterlibatan masyarakat sangat penting untuk menjaga kebersihan dan kelestarian lingkungan setu.
Aktivitas Warga di Tengah Kondisi Setu
Meski dengan berbagai permasalahan, Setu Cilodong masih menjadi tempat bagi warga untuk beraktivitas, terutama memancing dan bersantai. Warga berharap kondisi setu dapat kembali seperti semula dengan air yang cukup, tepian yang bersih, dan lingkungan yang nyaman untuk dinikmati bersama.
Artikel ini ditinjau & dipublikasikan oleh Tim Editorial Suara Pecari.










