Pemkab Kampar Galakkan Penghijauan Ekoteologi: Menanam Investasi Akhirat untuk Bumi

Pemkab Kampar Galakkan Penghijauan Ekoteologi: Menanam Investasi Akhirat untuk Bumi

Suara Pecari, Kampar, 26 Juli 2026 – Pemerintah Kabupaten Kampar bersama Ikatan Penyuluh Agama Republik Indonesia (IPARI) Kabupaten Kampar dan Komunitas Pecinta Lingkungan Kabupaten Kampar (KPLK) menggelar aksi Penghijauan Ekoteologi di lingkungan PDTA Getah Sebatang, Desa Salo, Kecamatan Salo, pada Rabu, 15 Juli 2026. Mengusung tema “Alam Terjaga, Hidup Bahagia, Umat Sejahtera”, kegiatan ini tidak sekadar seremonial tetapi menjadi gerakan spiritual yang mengintegrasikan pelestarian alam dengan nilai-nilai keagamaan.

Ekoteologi: Ibadah Hijau yang Menghidupkan

Konsep ekoteologi yang diangkat dalam kegiatan ini menempatkan pelestarian alam sebagai bagian dari ibadah kepada Tuhan. Ketua Panitia, Zamhasri, menjelaskan bahwa program ini merupakan implementasi Prioritas Kementerian Agama RI di bidang Ekoteologi. “Menjaga alam bukan hanya urusan lingkungan, tetapi juga tanggung jawab spiritual kepada Sang Pencipta. Setiap pohon yang ditanam adalah shodaqoh jariyah bagi penanamnya,” ujarnya. Pandangan ini selaras dengan fatwa MUI yang menekankan pentingnya menjaga keseimbangan ekosistem sebagai wujud syukur atas nikmat Allah.

Bupati Kampar, Ahmad Yuzar, dalam sambutannya menegaskan bahwa alam yang kita nikmati saat ini adalah warisan dari para pendahulu. “Oleh karena itu, apa yang kita lakukan sekarang akan menentukan kualitas bumi di masa depan. Bukan hanya tugas pemerintah, melainkan tanggung jawab seluruh elemen masyarakat,” tegasnya. Beliau juga menyebutkan bahwa program penghijauan akan terus diperkuat melalui pengelolaan sampah, perlindungan kawasan hijau, dan kolaborasi dengan TNI, Polri, komunitas lingkungan, tokoh agama, serta dunia usaha.

Rangkaian Aksi: Dari Simbolik hingga Berkelanjutan

Kegiatan diawali dengan penanaman simbolis 16 bibit pohon durian oleh Bupati Ahmad Yuzar, didampingi Sekretaris Daerah Kampar Ardi Mardiansyah, Ketua DPRD Kampar Ahmad Taridi, Kepala Kantor Kemenag Kabupaten Kampar Erizon Efendi, jajaran Forkopimda, kepala OPD, penyuluh agama, tokoh masyarakat, dan warga setempat. Namun, yang lebih signifikan adalah rencana penanaman 150 bibit pohon bantuan PT Energi Mega Persada (EMP) yang akan disebar secara bertahap ke berbagai lokasi strategis.

Lokasi PenanamanJumlah BibitJenis Pohon
PDTA Getah Sebatang16Durian
Rumah Ibadah Kec. Salo50Buah-buahan
Madrasah & Ponpes Kec. Salo60Ketapang, Trembesi
Satuan Pendidikan Lain40Campuran

Sinergi Multipihak: Antara Pemerintah, Swasta, dan Komunitas

Kehadiran PT Energi Mega Persada (EMP) sebagai donatur bibit menunjukkan bahwa sektor swasta mulai berperan aktif dalam program lingkungan. Direktur CSR EMP, Budi Santoso, mengatakan bahwa perusahaan berkomitmen mendukung program penghijauan berkelanjutan di Kampar. “Kami berharap bibit ini tumbuh dan memberikan manfaat ekonomi serta ekologis bagi masyarakat,” ujarnya. Sementara itu, Komunitas Pecinta Lingkungan Kabupaten Kampar (KPLK) akan mengawal perawatan pohon agar tidak mati setelah ditanam. Ketua KPLK, Rina Fitriani, menekankan bahwa penghijauan bukanlah proyek selesai tanam. “Kami menyiapkan relawan untuk menyiram, memupuk, dan memonitor pertumbuhan pohon secara berkala.”

Dampak dan Implikasi: Menuju Kampar Hijau 2030

Gerakan Penghijauan Ekoteologi ini diproyeksikan memberikan dampak jangka panjang, di antaranya:

  • Ekologis: Meningkatkan tutupan hijau di Kecamatan Salo, mengurangi risiko banjir dan longsor, serta memperbaiki kualitas udara.
  • Spiritual: Menanamkan kesadaran bahwa menjaga alam adalah amal ibadah, diharapkan mengubah perilaku masyarakat lebih ramah lingkungan.
  • Ekonomi: Pohon buah seperti durian dan ketapang akan memberikan hasil panen yang bisa menambah pendapatan warga.
  • Sosial: Memperkuat gotong royong dan kolaborasi antara pemerintah, agama, dan komunitas.

Kepala Kantor Kemenag Kabupaten Kampar, Erizon Efendi, menambahkan bahwa pihaknya akan mengintegrasikan nilai ekoteologi dalam kurikulum pendidikan agama di madrasah dan pondok pesantren. “Anak-anak sejak dini perlu diajarkan bahwa menanam pohon sama pahalanya dengan mengaji,” tegasnya. Program ini juga selaras dengan target nasional pengurangan emisi karbon dan pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs).

Kronologi Kegiatan

  1. Pukul 08.00 WIB: Pembukaan oleh tuan rumah dan sambutan Ketua Panitia Zamhasri.
  2. Pukul 08.30 WIB: Pidato Bupati Kampar Ahmad Yuzar, dilanjutkan penanaman simbolis.
  3. Pukul 09.00 WIB: Penandatanganan komitmen bersama antara Pemkab, IPARI, KPLK, dan PT EMP.
  4. Pukul 09.30 WIB: Pembagian bibit dan demo penanaman yang benar.
  5. Pukul 10.30 WIB: Penanaman massal oleh peserta di titik-titik yang sudah ditentukan.

Masa Depan Hijau Kampar

Bupati Ahmad Yuzar menutup acara dengan pesan, “Kegiatan ini bukanlah akhir, melainkan awal dari gerakan penghijauan yang terus berlanjut. Kami akan perluas ke desa-desa lain dengan melibatkan lebih banyak pihak.” Dengan konsep ekoteologi yang mengakar, Kampar berharap bisa menjadi contoh daerah yang menggabungkan keimanan dengan tanggung jawab lingkungan. Satu pohon yang ditanam hari ini adalah investasi akhirat yang akan dinikmati oleh anak cucu. Semoga bumi Kampar semakin hijau, dan umat semakin sejahtera.

Artikel ini ditinjau & dipublikasikan oleh Tim Editorial Suara Pecari.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *