Dirut BPRS-CM Soroti Pemberitaan Media, Klaim Picu Penarikan Dana Nasabah

Dirut BPRS-CM Soroti Pemberitaan Media, Klaim Picu Penarikan Dana Nasabah

Suara Pecari, Cilegon – Direktur Utama Bank Pembiayaan Rakyat Syariah Cilegon Mandiri (BPRS-CM), M. Yoka Desthuraka, mengungkapkan kekhawatirannya terkait dampak pemberitaan media terhadap kondisi internal bank. Ia menilai pemberitaan yang menyangkut kondisi keuangan dan pembiayaan bermasalah bank dapat memicu penarikan dana nasabah secara besar-besaran.

Dampak Pemberitaan Media terhadap Kepercayaan Nasabah

Yoka menjelaskan bahwa pemberitaan yang dianggap sensitif oleh masyarakat sering kali menimbulkan reaksi negatif. Ia mengaku berhati-hati dalam memberikan informasi kepada media untuk menghindari hal tersebut. Menurutnya, meskipun pemberitaan dilakukan secara berimbang, masyarakat tetap lebih sensitif terhadap keamanan dana yang mereka titipkan di bank.

Akibat pemberitaan tersebut, beberapa nasabah memilih menarik dananya secara bersamaan, yang berdampak negatif bagi stabilitas bank. Hal ini menjadi perhatian serius bagi manajemen BPRS-CM karena mengganggu upaya mereka dalam membangun citra positif bank.

Persoalan Internal dan Upaya Manajemen

Masalah pembiayaan bermasalah di BPRS-CM sebenarnya telah berlangsung selama beberapa tahun. Yoka menyebutkan bahwa kondisi ini menjadi tantangan besar bagi bank milik Pemerintah Kota Cilegon tersebut. Ia menilai BPRS-CM harus berjuang lebih keras dibandingkan BUMD di daerah lain yang lebih stabil.

Meski demikian, Yoka mengklaim adanya perbaikan sejak ia menjabat pada Oktober 2025. Penurunan nilai pembiayaan macet tercatat mencapai sekitar Rp5,6 miliar yang berhasil dikonversi menjadi pembiayaan lancar. Namun, ia enggan mengungkapkan secara rinci rasio Non-Performing Loan (NPL) bank karena khawatir informasi tersebut dapat memperburuk situasi jika disebarluaskan ke publik.

Kondisi Keuangan dan Dividen untuk Pemkot Cilegon

Saat ini, BPRS-CM belum mampu memberikan dividen kepada Pemerintah Kota Cilegon. Fokus manajemen saat ini masih tertuju pada perbaikan kualitas pembiayaan dan penyelesaian masalah internal bank untuk memastikan keberlanjutan operasional dan kepercayaan nasabah.

Relevansi dan Implikasi

Kondisi ini menunjukkan pentingnya pemberitaan yang bertanggung jawab dan sensitif terhadap dampak yang mungkin timbul, terutama bagi institusi keuangan yang berperan penting dalam perekonomian daerah. Kepercayaan nasabah merupakan aset utama bagi bank, sehingga informasi yang disampaikan harus mempertimbangkan dampak sosial dan ekonomi secara luas.

Manajemen BPRS-CM kini ditantang untuk terus memperbaiki kinerja dan transparansi secara hati-hati, agar dapat membangun kembali kepercayaan masyarakat dan mendukung pengembangan ekonomi di Kota Cilegon.

Artikel ini ditinjau & dipublikasikan oleh Tim Editorial Suara Pecari.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *