Antisipasi Musim Hujan, Infrastruktur Pengairan dan Kesiapsiagaan Banjir Diperkuat
BANYUWANGI. Mengantisipasi memasuki musim hujan dengan potensi peningkatan curah hujan, langkah kesiapsiagaan terhadap ancaman genangan dan banjir terus diperkuat. Berbagai upaya dilakukan untuk memastikan infrastruktur pengairan dan sistem pematusan dapat berfungsi secara optimal ketika menghadapi peningkatan debit air. Kamis (10/9/26) lalu.
Kepala Bidang Operasional dan Pemeliharaan, Dedi Kurniawan, ST, mengatakan salah satu langkah utama yang dilakukan adalah menyelesaikan rehabilitasi dan pemeliharaan bangunan serta saluran air di sejumlah lokasi.
“Rehabilitasi dan pemeliharaan bangunan serta saluran air dilakukan di 190 lokasi. Ini untuk memastikan seluruh infrastruktur dapat berfungsi dengan baik dalam menghadapi peningkatan curah hujan,” ujar Dedi.
Selain infrastruktur saluran, pemeliharaan berkala terhadap pintu-pintu air juga menjadi perhatian. Langkah tersebut dilakukan untuk memastikan pintu air dapat beroperasi dengan baik, khususnya dalam mengatur dan membagi aliran air saat debit meningkat.
Kecepatan dan ketepatan dalam pengoperasian dam serta pintu air juga terus dimaksimalkan. Hal ini penting terutama ketika terjadi peningkatan debit air secara signifikan, sehingga pengaturan aliran dapat dilakukan secara cepat dan tepat untuk meminimalkan risiko genangan maupun luapan.
Di sejumlah wilayah yang memiliki potensi genangan, upaya mempercepat pematusan juga telah didukung dengan pembangunan stasiun pompa. Saat ini terdapat tiga stasiun pompa pematusan, masing-masing dua unit di lingkungan Lebak, Kelurahan Tukangkayu, dan satu unit di lingkungan Ujung, Kelurahan Kepatihan.
“Stasiun pompa tersebut diharapkan dapat mempercepat pengaliran air, terutama di daerah yang memiliki potensi genangan,” jelasnya.
Kesiapsiagaan juga diperkuat melalui penyediaan sarana pendukung untuk menghadapi kondisi darurat. Sebanyak dua unit alat berat jenis excavator disiagakan untuk penanganan kedaruratan, terutama apabila terjadi kondisi yang membutuhkan penanganan cepat di lapangan.
Selain itu, empat unit pompa mobile turut disiagakan. Peralatan tersebut dapat dimobilisasi untuk mempercepat proses pematusan di wilayah yang mengalami genangan.
Upaya mitigasi juga dilakukan secara kolaboratif melalui koordinasi dengan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Banyuwangi. Koordinasi lintas sektor ini menjadi bagian penting dalam memperkuat kesiapan menghadapi potensi bencana banjir, sekaligus memastikan respons dapat dilakukan secara cepat apabila terjadi kondisi darurat.
Dengan berbagai langkah tersebut, kesiapan menghadapi musim hujan tidak hanya bertumpu pada kesiapan infrastruktur, tetapi juga pada kecepatan respons, ketersediaan peralatan, serta sinergi antarlembaga. Langkah preventif dan kesiapsiagaan tersebut diharapkan mampu meminimalkan dampak peningkatan curah hujan terhadap masyarakat dan lingkungan.
Artikel ini ditinjau & dipublikasikan oleh Tim Editorial Suara Pecari.










