Kemensos Siagakan Logistik dan Tagana Hadapi Erupsi Gunung Anak Krakatau
Suara Pecari, Jakarta – Kementerian Sosial (Kemensos) meningkatkan kesiapsiagaan menghadapi potensi dampak erupsi Gunung Anak Krakatau. Menteri Sosial Saifullah Yusuf atau Gus Ipul menginstruksikan seluruh jajaran Kemensos untuk segera berkoordinasi dengan pemerintah daerah dan unsur Tagana, khususnya di wilayah Banten, DKI Jakarta, dan daerah lain yang berpotensi terdampak.
Kesiapsiagaan dan Koordinasi
Gus Ipul menegaskan pentingnya kesiapsiagaan seluruh unsur terkait agar kebutuhan masyarakat yang terdampak dapat diantisipasi dengan baik. “Saya minta seluruh jajaran siaga, segera koordinasi dengan pemerintah daerah dan Tagana. Pastikan kebutuhan masyarakat sudah kita antisipasi dan bantuan siap digerakkan kapan pun dibutuhkan,” ujarnya pada Minggu, 6 September 2026.
Pengisian dan Distribusi Logistik
Sebagai langkah konkrit, Kemensos melakukan pengisian kembali buffer stock logistik di Gudang Dinas Sosial Provinsi Banten dari Gudang Induk Bekasi. Logistik yang dikirim meliputi:
- 2.000 paket makanan siap saji
- 800 paket makanan anak
- 200 lembar kasur
- 5 unit tenda serbaguna
- 300 lembar tenda gulung
- Berbagai kebutuhan sandang dan perlengkapan ibadah
Selain itu, stok di Gudang Induk Bekasi juga tetap disiagakan untuk penanganan lebih lanjut. Per 6 September 2026, stok di Bekasi meliputi ribuan paket makanan siap saji dan makanan anak, kasur, tenda serbaguna, tenda induk, tenda keluarga, dapur umum lapangan, serta perlengkapan pendukung lainnya.
Dukungan Logistik di Wilayah Lain
Untuk wilayah Lampung, logistik disiapkan melalui Gudang Dinas Sosial Provinsi Lampung dan Gudang Regional Palembang. Di Palembang, stok tersedia antara lain:
- 4.000 paket makanan siap saji
- 3.600 paket makanan anak
- 1.300 kasur
- 12 tenda serbaguna
- 6 tenda induk
- 70 tenda keluarga
- 7 unit dapur umum lapangan
Antisipasi Dampak Abu Vulkanik
Berdasarkan laporan Forum Tagana di Banten, DKI Jakarta, Lampung, dan Jawa Barat, hingga Minggu belum terdapat titik pengungsian. Namun, kebutuhan mendesak yang mulai diantisipasi adalah masker, kacamata pelindung, dan obat tetes mata untuk menghadapi dampak abu vulkanik.
Direktorat Perlindungan Sosial Korban Bencana (PSKB) telah menggelar koordinasi dengan Forum Koordinasi Tagana dari beberapa wilayah terdampak untuk memastikan kesiapsiagaan personel dan kebutuhan penanganan dampak abu vulkanik Gunung Anak Krakatau.
Prinsip Kesiapsiagaan
Menteri Sosial menegaskan, “Prinsipnya jangan menunggu ada pengungsian baru bergerak. Tagana, logistik, dan seluruh unsur pendukung harus sudah siap lebih dulu.” Hal ini menegaskan pentingnya kesiapan awal dalam menghadapi potensi bencana agar penanganan dapat berjalan cepat dan efektif.
Artikel ini ditinjau & dipublikasikan oleh Tim Editorial Suara Pecari.








