Bandara Soetta Ditutup, 2 Penerbangan dari Arab Saudi Dialihkan ke Kertajati
Suara Pecari, Jakarta – Bandara Soekarno-Hatta (Soetta) ditutup sementara akibat erupsi Gunung Anak Krakatau, memaksa pengalihan dua penerbangan dari Arab Saudi ke Bandara Kertajati, Majalengka, Jawa Barat. Penutupan ini juga berdampak pada lima bandara lain yang ditutup sementara.
Penutupan Bandara dan Pengalihan Penerbangan
Menteri Perhubungan Dudy Purwadhadi mengonfirmasi bahwa enam bandara, termasuk Bandara Soekarno-Hatta, Halim Perdanakusumah, Pondok Cabe, Budiarto Curug, Raden Inten II Bandar Lampung, dan Husein Sastranegara Bandung, ditutup sementara karena terdampak abu vulkanik dari erupsi Gunung Anak Krakatau.
Akibat penutupan Bandara Soetta, terdapat dua penerbangan maskapai Garuda Indonesia dari Jeddah dan Madinah, Arab Saudi, yang dialihkan mendarat di Bandara Kertajati. Pendaratan kedua penerbangan ini dijadwalkan sekitar satu jam setelah pengumuman penutupan.
Berdasarkan hasil tes kesehatan dan pengujian di Bandara Kertajati, bandara tersebut belum terdampak abu vulkanik dan masih aman untuk operasional penerbangan.
Alternatif Bandara untuk Pengalihan Penerbangan
Selain Bandara Kertajati, pemerintah juga menyiapkan beberapa bandara lain sebagai alternatif untuk pengalihan penerbangan internasional dan domestik, terutama yang menuju Jakarta. Bandara-bandara tersebut antara lain:
- Bandara Juanda, Surabaya
- Bandara Ahmad Yani, Semarang
Persiapan ini dilakukan untuk memberikan opsi bagi maskapai dan penumpang agar tetap dapat melaksanakan penerbangan dengan aman dan lancar di tengah situasi cuaca yang dinamis akibat aktivitas vulkanik.
Antisipasi dan Pemantauan Kondisi
Menteri Perhubungan menegaskan bahwa pemerintah dan maskapai penerbangan diminta untuk terus mewaspadai potensi penyebaran debu vulkanik yang dapat mempengaruhi kondisi operasional bandara, termasuk Bandara Kertajati yang menjadi lokasi pengalihan penerbangan.
Situasi ini menjadi perhatian utama guna menjaga keselamatan penerbangan dan kelancaran transportasi udara selama masa penutupan bandara terdampak erupsi.
Konteks Erupsi Gunung Anak Krakatau
Erupsi Gunung Anak Krakatau yang terjadi baru-baru ini menyebabkan aktivitas vulkanik yang signifikan, termasuk penyebaran abu vulkanik yang memengaruhi sejumlah bandara di Indonesia. Penutupan bandara merupakan langkah antisipatif untuk menghindari risiko bagi keselamatan penerbangan.
Seiring dengan perkembangan situasi, pemerintah terus memantau kondisi dan akan membuka kembali bandara-bandara yang terdampak setelah dinyatakan aman.
Artikel ini ditinjau & dipublikasikan oleh Tim Editorial Suara Pecari.










