17 Penerbangan Rute Jakarta-Bali di Bandara Ngurah Rai Terdampak

17 Penerbangan Rute Jakarta-Bali di Bandara Ngurah Rai Terdampak

Suara Pecari, Bali – Sebanyak 17 penerbangan rute Jakarta-Bali di Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai mengalami gangguan akibat peningkatan aktivitas vulkanik Gunung Anak Krakatau. Meski sejumlah penerbangan dibatalkan dan dijadwalkan ulang, operasional bandara secara keseluruhan tetap berjalan normal dan optimal.

Fakta Utama Gangguan Penerbangan

Hingga Minggu, 6 September 2026 pukul 10.00 WITA, terdapat 17 jadwal penerbangan dari dan menuju Jakarta yang terdampak. Rinciannya adalah pembatalan 5 jadwal kedatangan dari Soekarno-Hatta (CGK) yang melibatkan maskapai TransNusa dan Indonesia AirAsia. Untuk keberangkatan menuju Jakarta (CGK dan HLP), 12 penerbangan terdampak dengan 11 dibatalkan dan 1 mengalami penundaan. Maskapai yang terdampak meliputi Pelita Air, Garuda Indonesia, TransNusa, Indonesia AirAsia, dan Citilink.

Penjelasan Manajemen dan Koordinasi Operasional

Gede Eka Sandi Asmadi, Communication Legal Division Head Bandara I Gusti Ngurah Rai, menegaskan bahwa manajemen PT Angkasa Pura Indonesia (InJourney Airports) terus berkoordinasi dengan maskapai untuk pembaruan jadwal penerbangan. Selain itu, kerja sama dengan AirNav Indonesia dilakukan untuk memantau sebaran abu vulkanik di ruang udara. Bandara juga mengaktifkan layanan service recovery untuk membantu calon penumpang terdampak yang sudah berada di terminal.

Calon penumpang dihimbau untuk melakukan konfirmasi secara berkala kepada maskapai terkait status dan jadwal penerbangan sebelum berangkat ke bandara guna menghindari ketidaknyamanan.

Rincian Penerbangan yang Terdampak

Kedatangan dari Jakarta (CGK) ke Bali (DPS) yang dibatalkan:

  • TransNusa 8B5106 (6 September), STA 13.20 WITA
  • TransNusa 8B5104 (6 September), STA 09.45 WITA
  • Indonesia AirAsia QZ808 (6 September), STA 11.10 WITA
  • Indonesia AirAsia QZ806 (6 September), STA 09.00 WITA
  • Indonesia AirAsia QZ802 (6 September), STA 13.05 WITA

Keberangkatan dari Bali (DPS) menuju Jakarta (CGK dan HLP):

  • Pelita Air IP105 (5 September), STD 19.30 WITA (Dibatalkan)
  • Garuda Indonesia GA401 (6 September), STD 07.00 WITA (Dibatalkan)
  • Garuda Indonesia GA403 (6 September), STD 07.00 WITA (Ditunda)
  • TransNusa 8B5105 (6 September), STD 09.10 WITA (Dibatalkan)
  • TransNusa 8B5101 (6 September), STD 10.25 WITA (Dibatalkan)
  • Indonesia AirAsia QZ809 (6 September), STD 07.50 WITA (Dibatalkan)
  • Indonesia AirAsia QZ807 (6 September), STD 09.30 WITA (Dibatalkan)
  • Citilink QG197 (6 September), STD 10.25 WITA (Dibatalkan) rute DPS-HLP
  • Garuda Indonesia GA407 (6 September), STD 11.55 WITA (Dibatalkan)
  • Citilink QG815 (6 September), STD 10.50 WITA (Dibatalkan)
  • Indonesia AirAsia QZ803 (6 September), STD 13.35 WITA (Dibatalkan)
  • TransNusa 8B5101 (6 September), STD 10.25 WITA (Dibatalkan)

Konteks dan Dampak

Peningkatan aktivitas Gunung Anak Krakatau berdampak langsung pada jadwal penerbangan di Bandara Ngurah Rai yang merupakan salah satu pintu gerbang utama pariwisata dan bisnis di Bali. Gangguan ini berpotensi memengaruhi mobilitas penumpang dan kegiatan ekonomi di wilayah tersebut, terutama yang bergantung pada konektivitas udara dengan Jakarta.

Upaya koordinasi antara pengelola bandara, maskapai penerbangan, dan otoritas navigasi udara menjadi kunci agar dampak gangguan dapat diminimalisir serta memastikan keselamatan penerbangan tetap menjadi prioritas utama.

Imbauan Kepada Penumpang

Calon penumpang diimbau untuk selalu memeriksa status penerbangan secara berkala melalui maskapai masing-masing sebelum menuju bandara. Hal ini penting untuk mengantisipasi perubahan jadwal yang mungkin terjadi akibat kondisi vulkanik yang dinamis.

Artikel ini ditinjau & dipublikasikan oleh Tim Editorial Suara Pecari.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *