Terminal Cicaheum Ditutup Setelah 51 Tahun, Proyek Depo BRT Dimulai

Terminal Cicaheum Ditutup Setelah 51 Tahun, Proyek Depo BRT Dimulai

Suara Pecari, BandungTerminal Cicaheum resmi ditutup setelah beroperasi selama 51 tahun untuk memulai proyek pembangunan depo Bus Rapid Transit (BRT) Bandung Raya. Seluruh area terminal, termasuk kios pedagang dan kantor Unit Pelaksana Teknis (UPT) Terminal Cicaheum, kini dalam tahap pembongkaran sebagai bagian dari persiapan proyek ini.

Kepala Dinas Perhubungan (Kadishub) Kota Bandung, Rasdian, menjelaskan bahwa pembangunan depo BRT sudah dimulai sejak pekan ketiga Agustus 2026. Proyek ini baru dapat dilanjutkan setelah kompensasi diberikan kepada 115 pedagang kaki lima (PKL) yang terdampak pembongkaran terminal.

Untuk tahap awal konstruksi, pembangunan tiang pancang menjadi prioritas. Namun, Rasdian belum dapat memastikan kapan proyek tersebut akan selesai karena masih harus berkoordinasi dengan Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) proyek. Pembangunan yang baru dimulai pada Agustus ini semestinya sudah berjalan sejak April, sehingga kemungkinan pengerjaan akan berlanjut hingga tahun berikutnya.

Dampak Terhadap Aktivitas Angkot

Penutupan Terminal Cicaheum juga berdampak pada operasional angkutan kota (angkot) di sekitar lokasi. Para sopir memilih untuk menunggu penumpang di depan terminal karena area ngetem di dalam terminal sudah tidak dapat digunakan. Dishub Kota Bandung telah melakukan sosialisasi kepada para sopir terkait pengaturan baru selama proyek berlangsung.

Awalnya, terdapat rencana untuk memindahkan trayek angkot ke Antapani, namun akhirnya batal. Kini trayek angkot tetap beroperasi di sekitar Terminal Cicaheum dengan rute yang sudah disesuaikan agar tidak mengganggu pembangunan depo BRT. Penyesuaian ini juga mempertimbangkan anggaran kompensasi yang harus dikeluarkan Dishub terkait perubahan trayek akibat proyek tersebut.

Sejarah Terminal Cicaheum

Terminal Cicaheum telah menjadi salah satu terminal utama di Bandung selama lebih dari lima dekade. Keberadaannya memfasilitasi mobilitas warga dan menjadi titik transit berbagai rute angkutan umum. Penutupan terminal ini menandai perubahan besar dalam sistem transportasi publik di Bandung, seiring dengan upaya modernisasi melalui pembangunan sistem BRT yang diharapkan dapat meningkatkan efisiensi dan kenyamanan perjalanan.

Pembangunan depo BRT ini merupakan bagian dari strategi pemerintah Kota Bandung untuk mengembangkan transportasi publik yang lebih terintegrasi dan ramah lingkungan. Meski proses pembangunannya masih berlangsung, proyek ini dinilai penting untuk menciptakan sistem transportasi yang lebih modern dan mendukung mobilitas warga Bandung di masa depan.

Artikel ini ditinjau & dipublikasikan oleh Tim Editorial Suara Pecari.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *