MTs Maulana Ishaq Kirab 122 Piala, Dorong Pendidikan Karakter Siswa

Siswa MTs Maulana Ishaq membawa piala hasil berbagai kompetisi saat mengikuti Tradisi Kirab Sang Juara di Desa Benelanlor, Banyuwangi.Sumber Foto (Dok istimewa)

BANYUWANGI. Siswa MTs Maulana Ishaq Benelanlor, Banyuwangi, mengarak piala hasil berbagai perlombaan dalam kegiatan Tradisi Kirab Sang Juara. Kirab dilakukan dengan berjalan mengelilingi wilayah Desa Benelanlor dan diikuti para siswa dengan membawa sejumlah penghargaan yang telah diraih madrasah dalam beberapa tahun terakhir, Sabtu (12/9/26).

Dalam empat tahun terakhir, siswa MTs Maulana Ishaq tercatat meraih 122 piala dari berbagai kompetisi akademik dan nonakademik. Di antaranya pidato Bahasa Indonesia, Bahasa Arab dan Bahasa Inggris, puisi, literasi, Lomba Ketangkasan Baris-Berbaris (LKBB), Olimpiade Matematika, serta sejumlah bidang lainnya.

Kepala MTs Maulana Ishaq, Rustam Effendi, S.Pd., mengatakan kegiatan tersebut digelar sebagai bentuk apresiasi sekaligus motivasi bagi siswa. Menurutnya, penghargaan yang diraih tidak hanya berkaitan dengan hasil perlombaan, tetapi juga proses yang dijalani siswa selama mengikuti latihan dan kompetisi.

“Piala-piala yang hari ini dibawa oleh anak-anak bukan sekadar penghargaan. Di balik setiap piala ada latihan, perjuangan, keberanian, rasa lelah, bahkan mungkin kegagalan yang pernah mereka alami,” ujarnya.

Rustam mengatakan proses tersebut menjadi bagian dari pendidikan karakter. Siswa belajar mengenai kedisiplinan, tanggung jawab, keberanian, kerja keras, serta bagaimana menghadapi hasil yang belum sesuai harapan.

Ke depan, pihak madrasah berencana mengembangkan program pembentukan karakter yang tidak hanya berlangsung di lingkungan sekolah. Kegiatan akan diarahkan pada pengalaman belajar di luar sekolah agar siswa memiliki kesempatan berinteraksi dengan lingkungan sosial dan memperoleh pengalaman yang dapat mendukung pembentukan sikap serta kemandirian.

Bagi madrasah, pengembangan karakter tersebut diharapkan berjalan seiring dengan kemampuan akademik dan nonakademik siswa. Dengan demikian, kegiatan prestasi tidak berhenti pada pencapaian piala, tetapi menjadi bagian dari proses pendidikan yang dapat memberikan pengalaman bagi peserta didik.

Kirab Sang Juara di Benelanlor pun menjadi salah satu cara madrasah memperlihatkan hasil kegiatan siswa kepada masyarakat. Di balik piala yang diarak, terdapat proses latihan dan pengalaman berkompetisi yang menjadi bagian dari perjalanan pendidikan mereka.

Artikel ini ditinjau & dipublikasikan oleh Tim Editorial Suara Pecari.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *