Panen Raya Jagung di Banyuwangi, Kapolda Jatim Dorong Pertanian Berbasis Riset

Panen Raya Jagung di Banyuwangi, Kapolda Jatim Dorong Pertanian Berbasis Riset

BANYUWANGI – Upaya memperkuat ketahanan pangan terus dilakukan di Kabupaten Banyuwangi. Panen raya jagung kembali digelar sebagai bagian dari upaya menjaga produktivitas pertanian sekaligus memastikan ketersediaan pangan daerah.

Panen raya jagung kuartal III berlangsung di lahan seluas 20 hektare kawasan Green Farm, Pusat Pelatihan Pertanian Terpadu, Desa Karangsari, Kecamatan Sempu, Banyuwangi, Jumat (11/9/2026).

Kegiatan tersebut dihadiri Kapolda Jawa Timur Irjen Pol Nanang Avianto, Bupati Banyuwangi Ipuk Fiestiandani, serta Ketua DPD Himpunan Kerukunan Tani Indonesia (HKTI) Jawa Timur Arum Sabil.

Nanang mengapresiasi konsistensi Banyuwangi dalam menjaga produksi pangan, khususnya komoditas jagung. Ia juga menilai dukungan pemerintah daerah terhadap sektor pertanian menjadi salah satu faktor penting dalam menjaga produktivitas petani.

“Ini kali kedua saya panen jagung di Banyuwangi. Alhamdulillah Bupati Banyuwangi sangat support sekali,” ujar Nanang.

Menurutnya, keberadaan Green Farm memiliki nilai lebih karena tidak hanya dimanfaatkan sebagai lahan produksi. Kawasan tersebut juga dapat menjadi ruang untuk melakukan riset, pengembangan teknologi pertanian serta pengujian berbagai varietas tanaman.

Potensi Banyuwangi, kata Nanang, juga cukup beragam karena memiliki karakter wilayah mulai dari pesisir, lembah hingga kawasan pegunungan. Kondisi geografis tersebut dinilai membuka peluang pengembangan komoditas pertanian yang sesuai dengan karakter masing-masing wilayah.

“Dimulai dari sini, kita bisa tahu Banyuwangi ini punya tempat yang spesifik. Punya pesisir, punya lembah, punya gunung untuk jenis-jenis tanaman unggulan,” tuturnya.

Ia berharap hasil riset yang dikembangkan di Green Farm tidak berhenti di Banyuwangi. Inovasi tersebut diharapkan dapat dikembangkan lebih luas dan menjadi referensi bagi daerah lain dalam meningkatkan produktivitas pertanian.

“Tinggal kita bagaimana menunjukkan keunggulan-keunggulan yang lebih baik. Karena dari yang baik ini pasti ada yang lebih baik, akhirnya muncul yang terbaik. Nah, di sinilah harus kita wujudkan,” tegasnya.

Nanang menambahkan, penguatan sektor pertanian memiliki posisi strategis di tengah kebutuhan pangan nasional yang terus berkembang. Menurutnya, upaya tersebut sejalan dengan kebijakan pemerintah pusat di bawah Presiden Prabowo Subianto dalam memperkuat ketahanan pangan nasional.

Sementara itu, Bupati Banyuwangi Ipuk Fiestiandani mengatakan pemerintah daerah terus mendorong peningkatan produktivitas pertanian sekaligus menjaga ketersediaan pangan bagi masyarakat.

Berdasarkan data produksi, Banyuwangi masih mencatat surplus jagung. Pada 2025, produksi jagung daerah tersebut mencapai 250.596 ton atau meningkat sekitar 19 persen dibandingkan produksi tahun sebelumnya.

Jumlah tersebut jauh di atas kebutuhan jagung Banyuwangi yang berada di kisaran 69.842 ton. Pada 2024, surplus produksi jagung Banyuwangi tercatat sebesar 180.754 ton.

Sementara sepanjang Januari hingga September 2026, produksi jagung Banyuwangi telah mencapai 99.140 ton dari luas panen sekitar 14.742 hektare.

“Alhamdulillah Banyuwangi selalu surplus. Terima kasih Bapak Kapolda, kepolisian, petani, dan seluruh pemangku kepentingan. Semoga ikhtiar bersama ini membawa berkah untuk kita semua,” kata Ipuk.

Ketua DPD HKTI Jawa Timur Arum Sabil menjelaskan, jagung yang dipanen dalam kegiatan tersebut merupakan varietas hibrida yang mulai ditanam sejak Mei 2026.

Green Farm juga menjadi salah satu lokasi pengembangan inovasi benih jagung yang diberi nama Kolaborasi Inovasi Polri (KIP). Pengembangan tersebut lahir dari kerja sama sejumlah pihak yang memiliki perhatian terhadap sektor pertanian dan ketahanan pangan.

“Ini berkat sinergi Polda Jatim, Pemprov Jatim, Kwarda Pramuka Jatim, HKTI Jatim, dan Pemkab Banyuwangi,” tutur Arum Sabil, yang juga menjabat Ketua Kwarda Pramuka Jawa Timur.

Kolaborasi lintas sektor tersebut diharapkan dapat terus diperluas. Selain meningkatkan produktivitas petani di Banyuwangi, pengembangan inovasi pertanian juga diharapkan memberikan kontribusi terhadap ketahanan pangan Jawa Timur hingga tingkat nasional.

Artikel ini ditinjau & dipublikasikan oleh Tim Editorial Suara Pecari.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *