Komisi I DPRD Banyuwangi Apresiasi Sistem Keamanan Lapas, Marifatul Kamila: Patut Jadi Contoh Penguatan Pengawasan
BANYUWANGI. Komisi I DPRD Kabupaten Banyuwangi memberikan apresiasi terhadap sistem pengamanan yang diterapkan di Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Banyuwangi. Penilaian tersebut disampaikan setelah rombongan Komisi I melakukan kunjungan kerja untuk melihat secara langsung pelaksanaan pengamanan serta pembinaan warga binaan di lingkungan lapas. Selasa (14/7/26)
Ketua Komisi I DPRD Banyuwangi, Marifatul Kamila, mengatakan kunjungan tersebut merupakan bagian dari fungsi pengawasan DPRD terhadap penyelenggaraan pelayanan publik, termasuk sistem keamanan di lembaga pemasyarakatan.
Menurutnya, hasil peninjauan menunjukkan bahwa mekanisme pengamanan di Lapas Banyuwangi berjalan secara disiplin dan mampu mengantisipasi berbagai potensi gangguan keamanan, termasuk upaya penyelundupan narkotika yang beberapa kali berhasil digagalkan petugas.
“Komisi I DPRD Banyuwangi memberikan apresiasi atas kinerja jajaran Lapas Banyuwangi. Kami melihat ada komitmen yang kuat dalam menjaga keamanan dan ketertiban di dalam lapas. Keberhasilan menggagalkan berbagai upaya penyelundupan narkoba menunjukkan bahwa sistem pengawasan berjalan dengan baik,” ujar Marifatul Kamila saat kunjungan kerja.
Ia menegaskan, keberhasilan tersebut tidak terlepas dari konsistensi petugas dalam menjalankan prosedur pemeriksaan terhadap setiap aktivitas yang berpotensi menimbulkan pelanggaran keamanan.
“Ini bukan pekerjaan yang mudah. Dibutuhkan integritas, kedisiplinan, serta pengawasan yang dilakukan secara berkelanjutan. Kami berharap capaian ini terus dipertahankan sehingga Lapas Banyuwangi tetap menjadi lingkungan yang aman dan bebas dari peredaran narkoba,” katanya.
Dalam kesempatan itu, Komisi I DPRD juga meninjau sejumlah fasilitas penunjang keamanan, termasuk area pemeriksaan dan beberapa titik yang menjadi bagian dari sistem pengamanan lapas.
Marifatul menilai penguatan sistem keamanan harus menjadi prioritas karena lembaga pemasyarakatan memiliki peran strategis dalam mendukung penegakan hukum sekaligus pembinaan warga binaan.
“Kami ingin memastikan seluruh mekanisme pengamanan berjalan sesuai standar. Keamanan yang baik menjadi fondasi agar proses pembinaan terhadap warga binaan dapat berlangsung secara optimal,” ungkapnya.
Selain meninjau aspek keamanan, rombongan DPRD juga berdiskusi mengenai implementasi Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (KUHP) yang baru. Salah satu poin yang menjadi perhatian ialah penerapan prinsip ultimum remedium, yaitu menjadikan pidana penjara sebagai upaya terakhir dalam penegakan hukum.
Menurut Marifatul, konsep tersebut diharapkan mampu memberikan dampak positif terhadap upaya mengurangi persoalan kelebihan kapasitas penghuni lapas yang selama ini menjadi tantangan di berbagai daerah.
“Dengan diberlakukannya KUHP yang baru, diharapkan terdapat pendekatan hukum yang lebih proporsional sehingga persoalan overcapacity dapat dikurangi secara bertahap tanpa mengurangi efektivitas penegakan hukum,” jelasnya.
Komisi I DPRD Banyuwangi, lanjutnya, akan terus mendukung berbagai langkah yang bertujuan meningkatkan kualitas pelayanan pemasyarakatan, baik dari sisi keamanan maupun pembinaan warga binaan.
“Kami memandang Lapas Banyuwangi telah menunjukkan kinerja yang positif. DPRD tentu akan terus memberikan dukungan melalui fungsi pengawasan agar pelayanan kepada masyarakat dan proses pembinaan warga binaan dapat berjalan semakin baik,” ujarnya.
Di sela kunjungan, rombongan DPRD juga melihat langsung berbagai hasil program pembinaan kemandirian yang dijalankan Lapas Banyuwangi melalui Galeri Jeruji Osing. Beragam produk karya warga binaan, termasuk kain batik, dipamerkan sebagai hasil pembinaan keterampilan.
Marifatul mengapresiasi program tersebut karena dinilai mampu membekali warga binaan dengan keterampilan yang dapat dimanfaatkan setelah kembali ke masyarakat.
“Pembinaan seperti ini sangat penting karena tidak hanya menjalankan fungsi pemasyarakatan, tetapi juga mempersiapkan warga binaan agar memiliki bekal ketika selesai menjalani masa pidana,” katanya.
Sebagai bentuk dukungan terhadap program pembinaan, ia turut membeli sejumlah produk batik hasil karya warga binaan.
Sementara itu, Kepala Lapas Kelas IIA Banyuwangi, Solichin, menyampaikan terima kasih atas kunjungan dan perhatian yang diberikan Komisi I DPRD Banyuwangi.
Menurutnya, masukan serta dukungan dari DPRD menjadi motivasi bagi seluruh jajaran untuk terus meningkatkan kualitas pengamanan dan pembinaan di lingkungan Lapas Banyuwangi.
“Kami berkomitmen mempertahankan pengamanan yang telah berjalan dan terus meningkatkan kualitas pelayanan serta pembinaan bagi warga binaan,” ujar Solichin.
Artikel ini ditinjau & dipublikasikan oleh Tim Editorial Suara Pecari.









