Anton Enus Pensiun, SBS Kehilangan Wajah Ikonik Setelah 27 Tahun
Suara Pecari, SBS, penyiar publik multikultural Australia, tengah menjadi sorotan dengan dua berita besar: pensiunnya pembawa berita legendaris Anton Enus dan kesuksesan siaran Piala Dunia FIFA 2026. Anton Enus, yang telah menjadi wajah SBS World News selama lebih dari seperempat abad, akan menyampaikan buletin terakhirnya pada 11 September 2026. Keputusan ini menandai akhir dari era panjang bagi SBS, di mana Enus telah menjadi jembatan antara komunitas imigran dan masyarakat luas melalui liputan berita yang mendalam dan inklusif.
Enus, yang lahir di Afrika Selatan dan bergabung dengan SBS pada 1999, memulai kariernya di penyiaran publik Australia dari posisi kasual hingga menjadi presenter utama. Selama 27 tahun, ia meliput peristiwa besar seperti invasi Irak 2003, kerusuhan Cronulla 2005, dan pengumuman perang di Iran pada Maret lalu. Selain itu, Enus juga dikenal sebagai tokoh LGBTQIA+ yang terbuka, menjadi panutan bagi banyak orang. Dalam pernyataannya, ia mengatakan akan merasakan kerinduan yang mendalam terhadap lampu merah ‘ON AIR’ di studio dan kebersamaan tim yang menceritakan kisah-kisah yang sering terabaikan. Manajer Pelaksana SBS, Jane Palfreyman, memuji dedikasinya dan menyebut Enus sebagai ‘wajah tepercaya’ bagi pemirsa SBS selama 25 tahun lebih.
Di sisi lain, SBS juga meraih sukses besar dalam penyiaran Piala Dunia FIFA 2026. Pertandingan semifinal antara Argentina dan Inggris yang disiarkan langsung oleh SBS pada Kamis pagi menarik rata-rata 1,88 juta pemirsa, menjadikannya acara dengan rating tertinggi pada hari itu. Angka ini jauh melampaui acara olahraga lain seperti NRL (698.000) dan AFL (530.000). Keberhasilan ini menunjukkan kekuatan SBS dalam menyajikan konten olahraga global yang mampu menyatukan beragam komunitas di Australia. Final yang mempertemukan Argentina melawan Spanyol dijadwalkan pada Senin pagi dan diprediksi akan kembali mendongkrak rating SBS.
Selain berita olahraga, SBS juga terus berkomitmen pada liputan berita yang beragam. Baru-baru ini, dalam sebuah sidang Senat, CEO Telstra mengakui bahwa jaringan seluler tidak sempurna dan menyebutkan bahwa pemadaman Telstra mempengaruhi sekitar 45% panggilan dan data. Sementara itu, lembaga sosial Australian Council of Social Service mengkritik komentar rasis Pauline Hanson tentang komunitas Muslim. Semua berita ini disajikan oleh SBS dengan pendekatan yang seimbang dan mendalam.
Pensiunnya Anton Enus meninggalkan celah yang sulit diisi di SBS, namun warisannya sebagai jurnalis yang berintegritas dan inklusif akan terus dikenang. SBS, dengan jangkauan multikulturalnya, tetap menjadi pilar penting dalam lanskap media Australia, menyajikan berita dari berbagai perspektif. Kesuksesan siaran Piala Dunia juga membuktikan bahwa SBS mampu bersaing dengan stasiun televisi komersial dalam menarik pemirsa. Ke depannya, SBS diharapkan terus berinovasi dan mempertahankan standar jurnalisme yang tinggi, sebagaimana yang telah dicontohkan oleh Anton Enus selama 27 tahun terakhir.
Artikel ini ditinjau & dipublikasikan oleh Tim Editorial Suara Pecari.










