DPRD Surabaya Kawal Penyediaan Jaringan PDAM untuk Warga Gebang Lor

DPRD Surabaya Kawal Penyediaan Jaringan PDAM untuk Warga Gebang Lor

Suara Pecari, Harapan warga Gebang Lor, Surabaya, untuk mendapatkan layanan air bersih mulai menemukan titik terang setelah aspirasi mereka ditindaklanjuti DPRD Surabaya. Sekretaris Komisi A DPRD Surabaya, Anas Karno, mengajak tim Perumda Air Minum Surya Sembada (PDAM) turun langsung ke lokasi guna meninjau kesiapan pengembangan jaringan pipa menuju permukiman yang belum terlayani. Langkah ini merupakan respons cepat atas keluhan warga yang disampaikan saat reses beberapa waktu lalu.

Kronologi dan Latar Belakang

Masalah akses air bersih di kawasan Gebang Lor sudah berlangsung lama. Sekitar 10 rumah di RT 01 RW 01 belum tersambung ke jaringan PDAM karena jarak pipa utama yang mencapai 200 meter. Warga selama ini mengandalkan air sumur yang kualitasnya tidak stabil, terutama saat musim kemarau air menjadi keruh. Akibatnya, mereka harus membeli air dari pedagang keliling untuk kebutuhan mandi dan memasak, yang meningkatkan pengeluaran rumah tangga.

Pada 17 Juli 2026, Anas Karno bersama tim PDAM melakukan survei lapangan. Sebelumnya, ia telah berkoordinasi dengan Pelaksana Tugas Direktur Utama Perumda Air Minum Surya Sembada, Achmad Prihadi. Survei meliputi pengukuran jarak, pemetaan jalur pipa, dan kajian teknis untuk menyusun rencana pengembangan jaringan.

Data Teknis dan Rencana Pengembangan

Berdasarkan survei awal, berikut data teknis yang berhasil dihimpun:

ParameterNilai
Jumlah rumah belum terlayani10 unit
Jarak pipa utama ke permukiman±200 meter
Jenis pipa yang direncanakanPipa tersier HDPE diameter 2 inci
Estimasi biaya (sementara)Rp 150-200 juta (masih dikaji)
Target penyelesaianAkhir 2026 (optimis)

Dampak Sosial Ekonomi bagi Warga

Ketidaktersediaan air bersih berdampak langsung pada kualitas hidup dan ekonomi warga. Berikut beberapa dampak yang diungkapkan oleh Ketua RT 01, Winarsih:

  • Biaya tambahan untuk membeli air bersih dari pedagang keliling: rata-rata Rp 20.000 per hari untuk 2 jeriken.
  • Kualitas air sumur yang buruk menyebabkan gangguan kesehatan, seperti diare dan penyakit kulit.
  • Warga harus mengantre air saat musim kemarau, mengganggu produktivitas.

Dengan adanya jaringan PDAM, warga berharap dapat menghemat biaya dan meningkatkan kesehatan. Winarsih menyatakan, “Harapannya ya bisa menikmati air bersih seperti warga lainnya. Selama ini kami menggunakan air sumur, tetapi kualitasnya kadang kurang maksimal.”

Komitmen DPRD dan PDAM

Anas Karno menegaskan bahwa DPRD akan mengawal proses ini hingga realisasi. “Kami akan mengawal proses ini agar aspirasi warga tidak berhenti pada tahap usulan, tetapi benar-benar ditindaklanjuti sesuai kebutuhan dan kondisi di lapangan,” ujarnya. PDAM sendiri telah melakukan pengukuran dan kajian teknis sebagai dasar penyusunan rencana pengembangan jaringan.

Pemerintah Kota Surabaya juga telah mencanangkan target setiap rumah teraliri PDAM. Program ini sejalan dengan visi kota untuk menyediakan akses air bersih universal. Kendala utama adalah biaya pembangunan pipa tersier yang cukup besar, namun PDAM tengah mencari solusi pendanaan, termasuk kemungkinan kerja sama dengan pihak ketiga atau penggunaan anggaran daerah.

Implikasi Lebih Luas

Keberhasilan proyek ini dapat menjadi model bagi penanganan keluhan serupa di wilayah lain. Surabaya sebagai kota metropolitan masih memiliki kantong-kantong permukiman yang belum terlayani PDAM. Menurut data PDAM, pada 2025 masih ada sekitar 5.000 rumah di berbagai kelurahan yang belum tersambung. Dengan adanya peran aktif DPRD dalam mengawal aspirasi warga, diharapkan percepatan penyambungan dapat terjadi.

Selain itu, ketersediaan air bersih juga berdampak pada peningkatan nilai properti dan kualitas lingkungan. Warga yang tadinya membuang air limbah sumur ke saluran umum akan beralih ke sistem PDAM yang lebih higienis.

Penutup

Langkah DPRD Surabaya bersama PDAM meninjau langsung lokasi Gebang Lor menjadi angin segar bagi warga yang selama puluhan tahun kesulitan air bersih. Survei teknis yang telah dilakukan membuka jalan menuju solusi nyata. Dengan komitmen pengawalan dari Anas Karno dan tim, serta dukungan penuh dari Pemerintah Kota Surabaya, mimpi warga Gebang Lor untuk menikmati air bersih seperti warga lainnya bukan lagi sekadar angan. Kini, tinggal menunggu realisasi pembangunan pipa yang diharapkan selesai akhir tahun ini. Warga pun berharap tidak ada lagi penundaan, karena air bersih adalah hak dasar yang harus dipenuhi.

Artikel ini ditinjau & dipublikasikan oleh Tim Editorial Suara Pecari.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *