Misteri Kobbie Mainoo: Gelandang Muda yang Ditinggalkan Tuchel di Piala Dunia
Suara Pecari, Kobbie Mainoo menjadi salah satu pemain paling disorot setelah tidak mendapatkan satu menit pun bermain bersama Timnas Inggris di Piala Dunia 2026. Padahal, gelandang Manchester United tersebut merupakan salah satu pemain kunci Inggris saat melaju ke final Euro 2024. Keputusan Thomas Tuchel untuk mengabaikan Kobbie Mainoo menuai kritik tajam, terutama setelah Inggris tersingkir di semifinal oleh Argentina.
Dalam semifinal yang berlangsung di Atlanta, Inggris unggul lebih dulu melalui gol Anthony Gordon pada menit ke-55. Namun, Argentina berhasil membalikkan keadaan dengan dua gol di menit ke-85 dan 92. Kekalahan ini memicu kemarahan publik dan kritik terhadap strategi Tuchel yang dianggap terlalu defensif. Legenda Manchester United, Wayne Rooney, menegaskan bahwa keputusan Tuchel menjadi penyebab kekalahan. Sementara itu, Gary Neville menyoroti tidak dimainkannya Kobbie Mainoo sebagai opsi di lini tengah saat Inggris kesulitan keluar dari tekanan.
Gary Neville dalam program The Overlap mengatakan, “Sejujurnya, mereka benar-benar kehabisan tenaga. Mereka tidak bisa keluar dari area pertahanan sendiri.” Neville menilai bahwa absennya Kobbie Mainoo mengurangi variasi solusi saat fase krusial pertandingan. Padahal, Mainoo menunjukkan performa impresif di akhir musim bersama Manchester United di bawah asuhan Michael Carrick.
Menurut laporan Daily Mail, Tuchel tidak terkesan dengan penampilan Kobbie Mainoo dalam latihan menjelang pertandingan grup melawan Ghana. Tuchel lebih memilih pemain lain seperti Reece James yang ditempatkan sebagai gelandang, serta Jordan Henderson yang sudah berusia 36 tahun. Bahkan saat Declan Rice bermain dalam kondisi kurang bugar akibat cedera dan sakit, Mainoo tetap tidak diberi kesempatan.
Keputusan Tuchel ini menjadi salah satu penyebab kegagalan Inggris di Piala Dunia 2026. Banyak pihak menilai bahwa Kobbie Mainoo seharusnya bisa menjadi pembeda, terutama ketika Inggris membutuhkan kendali permainan. Namun, Tuchel lebih memilih untuk tidak menggunakan jasa pemain muda tersebut.
Tuchel sendiri mencoba membela diri dengan menyebut bahwa kelemahan DNA sepak bola Inggris menjadi penyebab kekalahan. Namun, pernyataan tersebut justru menuai kritik karena dianggap sebagai bentuk pengalihan isu. Julien Laurens, jurnalis sepak bola Prancis, mengatakan bahwa kebiasaan Tuchel menyalahkan faktor eksternal sudah terlihat sejak ia menangani klub-klub top Eropa.
Kobbie Mainoo kini menjadi simbol dari keputusan kontroversial Tuchel. Dengan potensi besar yang dimilikinya, banyak yang berharap bahwa ia akan mendapatkan kesempatan lebih di masa depan. Namun, untuk saat ini, Piala Dunia 2026 menjadi ajang yang membingungkan bagi sang gelandang muda.
Kesimpulannya, kegagalan Inggris di Piala Dunia 2026 tidak lepas dari keputusan taktis Thomas Tuchel, terutama dalam memanfaatkan pemain seperti Kobbie Mainoo. Kritik dari berbagai pihak menunjukkan bahwa ada celah yang seharusnya bisa diisi oleh pemain muda berbakat. Ke depannya, diharapkan pelatih Timnas Inggris lebih bijak dalam memanfaatkan potensi pemain muda demi kesuksesan tim.
Artikel ini ditinjau & dipublikasikan oleh Tim Editorial Suara Pecari.









