MPLS Ramah di Buleleng Resmi Dimulai, Libatkan 28.371 Murid Baru
Suara Pecari, Singaraja – Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) Ramah Tahun Ajaran 2026/2027 di Kabupaten Buleleng resmi dimulai pada Senin, 13 Juli 2026. Pembukaan kegiatan dipusatkan di SMP Negeri 3 Banjar, sementara pelaksanaan MPLS berlangsung serentak di seluruh satuan pendidikan hingga 17 Juli 2026. Sebanyak 28.371 murid baru tercatat mengikuti MPLS Ramah pada tahun ajaran baru ini di seluruh jenjang pendidikan, mulai dari PAUD/TK, SD, hingga SMP di Kabupaten Buleleng. Kegiatan mengusung tema “Hari Baru, Aman dan Nyaman di Sekolah” sebagai upaya menciptakan lingkungan belajar yang aman, nyaman, dan menyenangkan sejak hari pertama sekolah.
Pembukaan MPLS Ramah di SMP Negeri 3 Banjar
Kepala Dinas Pendidikan, Pemuda, dan Olahraga Kabupaten Buleleng, Ida Bagus Gde Surya Bharata, menyatakan bahwa pelaksanaan MPLS Ramah dipusatkan secara bergilir di sejumlah kecamatan sebagai bentuk pemerataan pembinaan dan penguatan pendidikan di Buleleng. “MPLS Tahun Ajaran 2026/2027 Kabupaten Buleleng dipusatkan di SMP Negeri 3 Banjar. Ini menjadi kebijakan yang akan dilaksanakan secara berkelanjutan di beberapa wilayah kecamatan di Kabupaten Buleleng,” ujar Surya Bharata. Menurutnya, MPLS menjadi langkah awal bagi peserta didik untuk beradaptasi dengan lingkungan sekolah sekaligus membangun semangat belajar. Keberhasilan pendidikan juga memerlukan dukungan orang tua, guru, tenaga kependidikan, komite sekolah, hingga seluruh pemangku kepentingan di sekitar satuan pendidikan.
Jumlah Peserta MPLS Ramah per Jenjang
| Jenjang Pendidikan | Jumlah Murid Baru |
|---|---|
| PAUD/TK | 4.512 |
| SD | 13.274 |
| SMP | 10.585 |
| Total | 28.371 |
Data di atas menunjukkan distribusi peserta MPLS Ramah di Buleleng. Dengan jumlah terbanyak di jenjang SD, hal ini mencerminkan tingginya angka partisipasi pendidikan dasar di daerah tersebut.
Materi Pembekalan Selama MPLS
Selama MPLS, siswa akan memperoleh pembekalan yang komprehensif, meliputi:
- Gerakan Tujuh Kebiasaan Anak Indonesia Hebat
- Pagi Ceria
- Etika bermedia sosial
- Budaya Senyum, Salam, Sapa, Sopan, dan Santun (5S)
- Gerakan Indonesia Aman, Sehat, Resik, dan Indah (ASRI)
Materi tersebut diberikan untuk membentuk karakter, kedisiplinan, serta budaya positif sejak hari pertama di sekolah. Peserta juga dikenalkan pada tata tertib sekolah, keselamatan berlalu lintas, pencegahan perundungan dan penyalahgunaan NAPZA, serta penguatan literasi dan numerasi. Selain itu, murid baru diperkenalkan dengan berbagai kegiatan intrakurikuler, kokurikuler, dan ekstrakurikuler sebagai bagian dari proses adaptasi di lingkungan sekolah.
Kronologi Pelaksanaan MPLS Ramah
- 13 Juli 2026: Pembukaan MPLS Ramah di SMP Negeri 3 Banjar. Seluruh sekolah di Buleleng memulai MPLS serentak.
- 13-17 Juli 2026: Pelaksanaan MPLS di semua jenjang. Setiap hari siswa mengikuti sesi pembekalan dan pengenalan lingkungan sekolah.
- 17 Juli 2026: Penutupan MPLS. Diharapkan siswa sudah siap mengikuti kegiatan belajar mengajar secara penuh.
Dampak dan Implikasi MPLS Ramah
MPLS Ramah di Buleleng membawa dampak positif yang signifikan bagi ekosistem pendidikan. Pertama, bagi siswa, kegiatan ini membantu mereka beradaptasi secara psikologis dan sosial, mengurangi kecemasan di lingkungan baru. Kedua, bagi sekolah, MPLS menjadi momen untuk menanamkan nilai-nilai karakter dan budaya sekolah sejak awal. Ketiga, bagi orang tua, keterlibatan mereka dalam mendukung proses adaptasi anak semakin dioptimalkan. Implikasi jangka panjang, jika MPLS Ramah konsisten dilaksanakan, diperkirakan dapat menurunkan angka perundungan dan meningkatkan kenyamanan belajar. Sinergi antara sekolah, keluarga, pemerintah, dan masyarakat diharapkan dapat mendukung tumbuh kembang peserta didik serta meningkatkan kualitas pendidikan di Gumi Panji Sakti.
Harapan dan Penutup
Pihaknya berharap pelaksanaan MPLS Ramah mampu membangun budaya sekolah yang ramah, inklusif, dan berkarakter. “Harapan kami anak-anak yang telah diterima di sekolah dapat mengikuti pendidikan dengan baik. Dukungan orang tua, guru, tenaga kependidikan, komite sekolah, hingga dunia usaha sangat diperlukan agar penyelenggaraan pendidikan berjalan optimal,” kata Kepala Dinas Pendidikan, Pemuda, dan Olahraga Kabupaten Buleleng, Ida Bagus Gde Surya Bharata. Dengan semangat “Hari Baru, Aman dan Nyaman di Sekolah”, MPLS Ramah di Buleleng menjadi langkah awal yang kokoh untuk menciptakan generasi muda yang berkarakter, cerdas, dan berbudaya. Semoga keberhasilan MPLS ini menjadi fondasi bagi pendidikan yang lebih baik di masa depan.
Artikel ini ditinjau & dipublikasikan oleh Tim Editorial Suara Pecari.










