Dua Kali Tahan Serangan Israel, Apartemen di Gaza Runtuh 21 Tewas, 12 Anak-anak
Suara Pecari, Gaza – Sebuah bangunan apartemen enam lantai di kawasan Tal al-Hawa, Gaza, runtuh pada Rabu (16/9/2026), menewaskan 21 orang termasuk 12 anak-anak. Bangunan yang sebelumnya telah mengalami kerusakan akibat serangan Israel ini menjadi saksi tragedi memilukan yang menggambarkan risiko tinggi bagi warga yang tinggal di bangunan rusak di wilayah tersebut.
Fakta Utama Insiden
- Bangunan apartemen runtuh pada malam hari, menimpa rumah dan tenda di sekitarnya.
- Korban tewas sebanyak 21 orang, termasuk 12 anak-anak dan 5 perempuan.
- Lebih dari 100 orang penghuni yang mengungsi sebelumnya tinggal di bangunan tersebut.
- Sebanyak 45 orang luka-luka telah dirawat di rumah sakit setempat.
- Tim penyelamat bekerja berjam-jam untuk mengevakuasi korban dari reruntuhan.
Kondisi Bangunan dan Risiko Tinggi
Menurut juru bicara badan pertahanan sipil Gaza, Mahmoud Bassal, bangunan tersebut telah beberapa kali terkena serangan selama tahun 2024 hingga Maret 2025. Meskipun warga telah diperingatkan untuk tidak kembali ke bangunan, banyak yang tetap tinggal karena tidak memiliki tempat lain untuk berlindung.
“Mereka tidak punya pilihan lain. Dengan tidak tersedianya tenda maupun rumah, mereka tinggal di bangunan yang retak dan rusak meskipun ada risiko runtuh,” ujar Bassal.
Badan pertahanan sipil Gaza mengidentifikasi sekitar 2.000 bangunan di wilayah tersebut berisiko runtuh, yang menimbulkan ancaman serius bagi keselamatan warga.
Kondisi dan Upaya Penyelamatan
Rekaman dari lokasi menunjukkan bangunan berubah menjadi tumpukan beton runtuh. Alat berat dengan bendera Mesir digunakan untuk membersihkan puing-puing, sementara petugas penyelamat dan relawan mengevakuasi korban.
Komite Internasional Palang Merah (ICRC) turut menyediakan material untuk membantu proses pencarian korban atas permintaan otoritas setempat.
Dampak dan Konteks Lebih Luas
Tragedi ini menambah daftar panjang korban akibat serangan Israel ke wilayah Gaza sejak 7 Oktober 2023. Kampanye militer Israel telah menewaskan sekitar 73.700 orang di Gaza menurut Kementerian Kesehatan Gaza.
Koordinator kemanusiaan PBB untuk wilayah Palestina, Ramiz Alakbarov, menegaskan perlunya alternatif tempat tinggal yang lebih aman bagi warga. “Tidak seorang pun seharusnya mempertaruhkan nyawanya hanya untuk menemukan tempat yang aman untuk berlindung,” katanya.
Kerusakan dan kehancuran bangunan akibat konflik berkepanjangan membuat banyak warga kehilangan tempat tinggal dan harus menempati bangunan rusak dengan risiko tinggi.
Reaksi dan Kesedihan Warga
Di Rumah Sakit Al-Shifa, Gaza, sejumlah pria tampak menangis sambil membawa jenazah anak-anak yang telah dibungkus kain kafan putih. Kerabat memberikan penghormatan terakhir kepada anggota keluarga yang meninggal.
Seorang warga, Mohannad al-Mashharawi, menyampaikan kepedihan setelah kehilangan teman dan tetangga yang tinggal di bangunan tersebut. Ia datang untuk membantu mengambil beberapa barang milik temannya yang kini kehilangan tempat tinggal.
Artikel ini ditinjau & dipublikasikan oleh Tim Editorial Suara Pecari.









