KAI Diminta Tingkatkan Pengelolaan Sampah di Stasiun dan Jalur Rel

KAI Diminta Tingkatkan Pengelolaan Sampah di Stasiun dan Jalur Rel

Suara Pecari | Wakil Menteri Lingkungan Hidup, Diaz Hendropriyono, mengajak PT Kereta Api Indonesia (KAI) untuk memperkuat program pengelolaan sampah di seluruh area operasionalnya. Hal ini mencakup 600 stasiun dan jalur rel yang membentang sejauh 7.000 kilometer di seluruh Indonesia.

Diaz menekankan pentingnya penyediaan fasilitas pengelolaan sampah yang disertai dengan perubahan perilaku masyarakat. Ia mengungkapkan temuan bahwa banyak orang masih membuang sampah di sekitar rel kereta setelah melakukan pengecekan di jalur yang panjang tersebut.

Dalam upaya tersebut, KAI telah memulai penerapan sistem pengelolaan sampah terpadu melalui proyek percontohan di Stasiun Gambir. Program ini meliputi pemilahan sampah, pengumpulan terintegrasi, tempat pengolahan sampah, serta pengolahan sampah organik menggunakan biodigester.

Diaz memberikan apresiasi kepada KAI yang telah mulai mengaktifkan tempat pengolahan sampah terpadu (TPS3R) di DKI Jakarta dan daerah sekitarnya. Ia berharap inisiatif yang sama dapat diterapkan di seluruh stasiun kereta api di Indonesia. “Saya sangat menghargai langkah KAI, termasuk pembangunan dan pengaktifan TPS3R, sejalan dengan visi misi Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLH),” ujarnya.

Lebih lanjut, KLH melalui Biro Pengendalian Lingkungan Hidup siap mendukung KAI dalam penyusunan modul edukasi, meningkatkan kesadaran masyarakat mengenai pemilahan sampah, serta pencarian mitra untuk mengelola hasil pengolahan sampah.

Program ini juga merupakan bagian dari target nasional untuk mencapai pengelolaan sampah 100 persen pada tahun 2029, sesuai dengan Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN). PT KAI berkomitmen untuk terus mengembangkan sistem pengelolaan sampah di lingkungan stasiun sebagai bagian dari upaya mendukung transportasi yang berkelanjutan.

Direktur Portfolio Management dan Teknologi Informasi PT Kereta Api Indonesia, I Gede Darmayusa, berharap langkah ini menjadi awal yang baik dalam mewujudkan stasiun yang bersih. “Tidak hanya modernisasi, tetapi juga pengembangan pengelolaan sampah menjadi fokus utama kita,” katanya.

Dengan inisiatif pengelolaan sampah ini, diharapkan dapat tercipta lingkungan yang lebih bersih dan sehat di area operasional KAI, serta meningkatkan kesadaran masyarakat mengenai pentingnya menjaga kebersihan di sekitar jalur rel.

Artikel ini dipublikasikan oleh Suara Pecari.

Tinggalkan Balasan